Peserta PkM TEFA Polije Praktik Produksi Susu Pasteurisasi di TEFA UHT
- account_circle Masitha
- calendar_month 11 jam yang lalu
- print Cetak

Peserta PkM TEFA Polije Praktik Produksi Susu Pasteurisasi di TEFA UHT (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Kami sangat terbantu dengan adanya kegiatan seperti ini. Banyak hal yang bisa dipelajari, terutama terkait proses pengolahan dan pengembangan produk,” ungkap Evi.
Evi menilai praktik tersebut memberikan wawasan yang dapat diterapkan dalam pengembangan usaha pangan. Selain itu, kegiatan tersebut membuka peluang kolaborasi antara pelaku usaha dan Polije.
“Kami juga siap mendukung dan membuka peluang kerja sama dengan Polije ke depannya,” ungkap Evi.
Sementara itu, Ketua Tim PkM Rizki Amalia Nurfitriani, S.Pt., M.Si., menilai praktik tersebut perlu berlanjut setelah kegiatan selesai. Polije ingin membangun komunikasi dengan peserta melalui pendampingan dan kerja sama.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan saja. Setelah peserta mengenal TEFA dan mengikuti praktik, kami ingin ada keberlanjutan,” jelas Rizki.
Rizki menjelaskan bahwa keberlanjutan dapat memperkuat manfaat TEFA UHT bagi masyarakat dan pelaku usaha. Polije juga membuka peluang pendampingan setelah peserta mengikuti kegiatan praktik.
“Keberlanjutan itu dapat berupa komunikasi, pendampingan, maupun peluang kerja sama,” ungkap Rizki.
- Penulis: Masitha
