Wisuda Polije Diwarnai Kisah Mahasiswa NTT di Tengah Bencana
- account_circle Bilqis
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Mahasiswa Asal NTT Lulus Di Tengah Duka Bencana Gempa (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Aurel berencana kembali ke Nagekeo setelah kondisi wilayah terdampak gempa membaik. Ia ingin segera berkumpul dengan keluarga setelah menyelesaikan rangkaian wisuda di Jember.
Polije Beri Perhatian bagi Mahasiswa Terdampak
Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Sistem Informasi Polije, Wahyu Kurnia Dewanto, S.Kom., M.T., menyampaikan perhatian kampus terhadap mahasiswa yang terdampak gempa NTT.
Polije membuka peluang penyesuaian Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa aktif yang terdampak bencana. Kebijakan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan kampus bagi mahasiswa dalam menghadapi kondisi darurat.
“Ini menjadi perhatian kami sebagai bentuk dukungan kepada mahasiswa aktif yang terdampak gempa bumi,” ujar Wahyu.
Wahyu juga mengingatkan para wisudawan agar segera memanfaatkan peluang kerja. Ia mendorong lulusan mencari kesempatan melalui rekrutmen pemerintah maupun perusahaan swasta.
“Harapannya para wisudawan yang dilantik hari ini segera mengisi peluang-peluang pekerjaan,” katanya.
Sementara itu, Polije terus mempersiapkan pendirian PSDKU Kampus 7 di Kabupaten Situbondo. Kampus menargetkan kampus baru tersebut dapat diluncurkan pada 2027.
Kisah Aurel menjadi salah satu cerita di balik Wisuda ke-49 Polije. Di tengah kabar duka dari kampung halaman, ia berhasil menyelesaikan pendidikan dan merayakan kelulusan.
- Penulis: Bilqis
- Editor: Bambang
