Transaksi Kripto Melambat Namun Jumlah Pengguna Aset Digital Di Indonesia Terus Meningkat
- account_circle Sugeng
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, melihat penurunan transaksi dalam satu periode tidak dapat menjadi satu-satunya indikator (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, jplusmedia.com- Nilai perdagangan aset kripto pasar spot di Indonesia mengalami perlambatan pada Juli 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi mencapai Rp20,52 triliun atau turun 28,2 persen secara bulanan.
Selanjutnya, transaksi derivatif aset keuangan digital juga turun 18,52 persen menjadi Rp3,41 triliun. Meskipun demikian, jumlah akun konsumen kripto justru bertambah 1,03 persen menjadi 22,93 juta akun.
Respon Otoritas Jasa Keuangan
Kondisi kontras ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap aset digital tetap bertahan tinggi. Namun, para investor cenderung memilih sikap berhati-hati dalam menghadapi fluktuasi harga pasar harian.
Oleh sebab itu, OJK menilai penurunan volume transaksi perdagangan ini lebih mencerminkan dinamika nilai aset. Pihaknya optimistis bahwa kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem keuangan digital nasional masih sangat kuat.
“Kondisi ini disinyalir sesuai dengan dinamika dan fluktuasi nilai transaksi pasar,” ujar Kepala Eksekutif ITSK OJK, Adi Budiarso.
- Penulis: Sugeng
