Pusat Studi Gender Unej Kawal RUU HAM
- account_circle Masitha
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Pusat Studi Gender Unej Kawal RUU HAM (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Maka, ketua pusat studi menegaskan kembali urgensi keterlibatan kampus dalam mengoreksi draf hukum nasional yang bias. Realita di lapangan menunjukkan bahwa kelompok perempuan dan difabel masih menghadapi diskriminasi berat dalam mengakses pekerjaan layak.
“Melalui forum berbasis gender dan inklusi sosial ini, kami ingin membantu perumus rancangan undang-undang,” kata Ketua Dr. Linda Dwi Eriyanti, M.A.
Linda ingin memastikan semua orang mendapatkan jaminan perlindungan hak asasi yang sepadan melalui regulasi baru tersebut. Pihaknya berkomitmen mengumpulkan rekomendasi nyata dari para akademisi serta aktivis organisasi nonpemerintah di wilayah Tapal Kuda.
“Tujuannya agar memastikan semua orang mendapatkan jaminan perlindungan hak asasi yang sepadan,” tutur Linda menjelaskan.
Jadi, perwakilan mitra strategis juga melihat ruang diskusi ini sebagai sarana mengoreksi draf rancangan dari kementerian. Mereka ingin mengakomodasi kepentingan dan suara masyarakat bersama agar masuk dalam dokumen resmi sebelum pengesahan oleh parlemen.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang
