Breaking News
light_mode
Beranda » News » Polri Peragakan Model Pelayanan Unjuk Rasa Terbaru Berbasis HAM di Apel Kasatwil

Polri Peragakan Model Pelayanan Unjuk Rasa Terbaru Berbasis HAM di Apel Kasatwil

  • account_circle Rahmad
  • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, jplusmedia.com – Polri menampilkan peragaan lengkap konsep pelayanan unjuk rasa dalam Apel Kasatwil Tahun 2025. Peragaan ini menjadi bentuk kesiapan operasional dan penyegaran SOP pengendalian massa.

Konsepnya lebih humanis, modern, dan berbasis Hak Asasi Manusia (HAM). Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri melakukan peragaan ini. Mereka memperlihatkan secara utuh lima tingkatan eskalasi unjuk rasa.

Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol Dr. Moh. Ngajib menjelaskan model pelayanan unjuk rasa ini merupakan penyempurnaan pola lama.

Ia menekankan profesionalisme, proporsionalitas, dan penggunaan kekuatan sesuai Perkap No. 1/2009 serta standar HAM dalam Perkap No. 8/2009.

“Peragaan ini bukan sekadar simulasi, tetapi penegasan bahwa setiap tindakan kepolisian dalam pengamanan unjuk rasa harus sesuai prosedur, terukur, dan menghormati hak-hak warga. Itulah standar pelayanan yang wajib diterapkan di seluruh satuan wilayah,” tegas Brigjen Ngajib.

Polri memeragakan tata cara pelayanan unjuk rasa berdasarkan lima tingkat eskalasi, dimulai dari situasi Tertib (massa patuh imbauan, petugas menerapkan kehadiran polisi dan imbauan lisan). Eskalasi berlanjut ke Kurang Tertib (massa provokasi, petugas menerapkan kendali tangan kosong lunak dan negosiasi).

Kemudian, pada tingkat Tidak Tertib (massa melempar atau membakar), petugas melakukan kendali tangan kosong keras dan pendorongan dengan meriam air (AWC). Ketika situasi mencapai Rusuh (kekerasan dan perusakan masif), petugas menerapkan penggunaan senjata tumpul, gas air mata, atau alat non-mematikan.

Tingkat tertinggi adalah Rusuh Berat, yang memerlukan lintas ganti ke Satuan Brimob atau tim Raimas.

Menurut Brigjen Ngajib, penyederhanaan prosedur dari 38 tahap menjadi lima fase membuat pola pelayanan lebih mudah dipahami dan diterapkan petugas. Namun demikian, prosedur tetap menjaga prinsip kehati-hatian.

“Kita ingin seluruh Kasatwil memahami bahwa respons kepolisian tidak boleh reaktif. Ia harus melalui tahapan yang jelas, dengan evaluasi pada setiap tindakan. Inilah bentuk modernisasi pengendalian massa yang akuntabel,” ujarnya.

  • Penulis: Rahmad
  • Editor: Bambang

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Malang Edukasi Orang Tua Cegah Bullying di Sekolah

    Polres Malang Edukasi Orang Tua Cegah Bullying di Sekolah

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Rahmad
    • 0Komentar

    MALANG, jplusmedia.com – Polsek Wagir menggelar sosialisasi pencegahan bullying di SD Negeri 02 Sukodadi pada Jumat 23 Januari 2026. Langkah preventif ini menyasar para orang tua murid sejak usia dini. Edukasi ini menekankan peran penting keluarga dalam membentengi mental anak. Sebab, komunikasi yang baik antara orang tua dan anak menjadi kunci utama. Oleh karena itu, […]

  • Polda Jatim Gelar Donor Darah Peringati HUT Humas Polri ke-74

    Polda Jatim Gelar Donor Darah Peringati HUT Humas Polri ke-74

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Rahmad
    • 0Komentar

    SURABAYA, jplusmedia.com – Bidang Humas Polda Jawa Timur menggelar kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hari Jadi Humas Polri ke-74 di kantor PMI Kota Surabaya, Rabu (22/10/2025). Kegiatan sosial yang diikuti personel Polri dan masyarakat umum ini menjadi wujud nyata kepedulian Humas Polri terhadap sesama dan upaya mempererat hubungan dengan masyarakat. Kabid Humas Polda Jatim […]

  • Peternak Suco Olah Limbah Domba Jadi Pupuk Organik

    Peternak Suco Olah Limbah Domba Jadi Pupuk Organik

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Bilqis
    • 0Komentar

    JEMBER, jplusmedia.com – Limbah kotoran domba yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan kini mulai dimanfaatkan menjadi pupuk organik bernilai jual. Inovasi ini dilakukan kelompok ternak Inovatif di Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, Jember, yang memelihara lebih dari 100 ekor domba dengan produksi limbah mencapai sekitar 50 kilogram setiap hari. Melalui Program Pengabdian PNBP 2025, para peternak mendapat […]

  • PT Surveyor Indonesia Kaji Pelaksanaan PTN BLU di UNEJ

    PT Surveyor Indonesia Kaji Pelaksanaan PTN BLU di UNEJ

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Masitha
    • 0Komentar

    JEMBER, jplusmedia.com – PT Surveyor Indonesia melakukan kajian lapangan terkait pelaksanaan Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN BLU) di Universitas Jember (UNEJ) pada Senin (6/10/2025). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Rektorat UNEJ ini merupakan penugasan dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan untuk mengukur efektivitas pengelolaan keuangan PTN BLU dan PTN Berbadan Hukum. Rektor UNEJ, […]

  • Ratusan Warga Jember Rela Mengantri Demi Bantuan Beras

    Ratusan Warga Jember Rela Mengantri Demi Bantuan Beras

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Bambang
    • 0Komentar

    JEMBER, jplusmedia.com – Halam Kantor Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, ramai saat ratusan lansia mengantre bantuan beras. Antrean yang mengular itu membuat sejumlah lansia harus berdiri hingga lebih dari tiga jam, menunggu giliran menerima bantuan dari Satgas Pangan melalui Bulog Jember. Beberapa lansia terlihat membawa tongkat, bahkan ada yang menggunakan egrang sederhana untuk menopang […]

  • Mahasiswi FTP UNEJ Raih Pendanaan Bergengsi Indofood Riset Nugraha

    Mahasiswi FTP UNEJ Raih Pendanaan Bergengsi Indofood Riset Nugraha

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Masitha
    • 0Komentar

    JEMBER, jplusmedia.com – Elen Bethania Pasaribu, mahasiswi Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember (UNEJ), mencatat prestasi gemilang di tingkat nasional. Ia menjadi satu-satunya perwakilan UNEJ yang berhasil lolos program pendanaan Indofood Riset Nugraha (IRN) 2025 setelah bersaing dengan 707 pendaftar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Melalui penelitian berjudul “Inovasi […]

expand_less