Tingkatkan Daya Saing Mawar Karangpring, Tim Polije Terapkan GAP dan GHP Berbasis TEFA
- account_circle Masitha
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

PkM Tefa Nursery dan Bunga Potong Polije (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Melalui TEFA, kami ingin terjadi proses belajar dua arah. Mahasiswa dan dosen menerapkan kompetensinya, sementara petani memperoleh pengalaman yang bisa langsung diterapkan di lahan,” kata Zayin.
Targetkan Mutu dan Daya Saing Mawar Meningkat
Melalui program berbasis PNBP tersebut, KWT Nawasena ditargetkan mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis minimal 80 persen. Tim juga menargetkan penurunan kerusakan fisik bunga pascapanen sekurang-kurangnya 20 persen.
Program ini diharapkan meningkatkan daya saing mawar Karangpring sekaligus memperkuat pemberdayaan perempuan tani. Kegiatan tersebut juga mendukung peran Polije dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat dan ekonomi lokal.
Selain itu, program mendukung pencapaian SDGs, khususnya kesetaraan gender, pertumbuhan ekonomi, dan penguatan sektor pertanian berkelanjutan.
- Penulis: Masitha
- Editor: Rizky
