Tingkatkan Daya Saing Mawar Karangpring, Tim Polije Terapkan GAP dan GHP Berbasis TEFA
- account_circle Masitha
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

PkM Tefa Nursery dan Bunga Potong Polije (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kondisi tersebut berdampak pada ketidakseragaman ukuran dan warna bunga, kekuatan tangkai, serta kesegaran bunga setelah panen. Proses sortasi dan grading juga belum dilakukan secara konsisten.
Ketua Tim Pengabdi Polije, Ir. Muhammad Zayin Sukri, M.P., mengatakan program diarahkan agar petani memperoleh pengetahuan sekaligus pengalaman praktik.
“Petani tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga melihat dan mempraktikkan langsung standar budidaya dan penanganan bunga melalui pendekatan Teaching Factory,” ujar Zayin.
TEFA Nursery dan Bunga Potong Jadi Pusat Praktik
Dalam skema TEFA, tim memanfaatkan TEFA Nursery dan Bunga Potong Polije sebagai pusat percontohan dan pembelajaran praktis. Fasilitas tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan kompetensi pendidikan vokasi dengan kebutuhan produksi petani.
Rangkaian kegiatan meliputi pelatihan pemangkasan, sanitasi lahan, pemupukan terukur, penentuan stadia panen, sortasi, grading, serta kebersihan wadah penyimpanan. Tim juga menyusun SOP teknis dan buku saku pencatatan mutu harian.
- Penulis: Masitha
- Editor: Rizky
