Dosen FMIPA UNEJ Teliti Obat Dari Paku Pohon
- account_circle Masitha
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Dosen FMIPA UNEJ Teliti Obat Dari Paku Pohon (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JEMBER, jplusmedia.com – Dosen FMIPA Universitas Jember, Fuad Bahrul Ulum, meneliti potensi tanaman paku pohon sebagai bahan baku obat kanker, Jumat (15/5/2026). Tanaman prasejarah ini diduga memiliki kadar antioksidan sangat tinggi untuk pengobatan medis.
Fuad menggandeng peneliti lintas perguruan tinggi serta Badan Riset dan Inovasi Nasional sejak tahun 2022 lalu. Langkah ini bertujuan untuk mengoptimalkan riset paku pohon yang selama ini masih minim.
“Saya optimis paku pohon memiliki potensi besar sebagai bahan baku obat,” ujar doktor lulusan Jerman tersebut.
Fuad menjelaskan bahwa masyarakat sekitar hutan sering memanfaatkan getah tunas muda tumbuhan ini sebagai obat penumbuh rambut. Selain khasiat medis, keberadaan paku pohon menjadi indikator utama bahwa ekosistem hutan masih terjaga.
Tumbuhan dari marga Cyathea ini hanya dapat hidup subur pada kawasan yang memiliki rimbunan pohon dan sumber air. Spesies tersebut juga menjadi induk tempat tumbuh bagi tanaman lain seperti pakis serta anggrek hutan.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang
