Edukasi Gizi Adaptif, Tim Polije Kenalkan Sensory-Magnetic Board bagi Siswa SLB-C TPA Jember
- account_circle Masitha
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

Sensory-Magnetic Board (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JEMBER, jplusmedia.com — Tim mahasiswa Politeknik Negeri Jember menggagas terobosan media edukasi Sensory-Magnetic Board bagi siswa berkebutuhan khusus. Pendekatan visual-taktil ini dihadirkan guna mempermudah anak-anak mengenalkan pola gizi serta jajanan sehat secara interaktif.
Ketua Tim Polije, Diana Tasya Eza Arifin, mengawal langsung penerapan metode pembelajaran adaptif ini di SLB-C TPA Jember. Inovasi tersebut secara khusus menyasar peningkatan kemandirian dan pemahaman gizi bagi anak autisme serta ADHD.
Papan edukasi buatan Polije ini menggabungkan indikator warna Traffic Light Nutrition dengan variasi tekstur unik pada tiap zonasinya. Pendampingan berjalan secara konsisten selama rentang bulan Juli sampai September di sekolah setempat.
Diana Tasya Eza Arifin mengawali program dengan menggelar pre-test demi mengetahui pemahaman awal peserta didik. Memasuki minggu kedua dan ketiga, tim memaparkan fungsi perbedaan warna serta karakteristik tekstur papan kepada para siswa.
Warna hijau menunjukkan makanan sehat, warna kuning mengindikasikan konsumsi terbatas, lalu warna merah wajib dijauhi. Anak-anak mulai dilatih memilah kelompok makanan sesuai zonanya pada minggu keempat dan kelima.
- Penulis: Masitha
