Edukasi Gizi Adaptif, Tim Polije Kenalkan Sensory-Magnetic Board bagi Siswa SLB-C TPA Jember
- account_circle Masitha
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

Sensory-Magnetic Board (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sebanyak sepuluh siswa berkebutuhan khusus rutin berlatih menggunakan papan magnetik tersebut pada minggu keenam hingga kesebelas. Selanjutnya, tim mengadakan post-test pada minggu pamungkas untuk mengevaluasi perkembangan pemahaman para siswa.
“Setelah diimplementasikan, kami melihat anak-anak sudah mulai bisa membedakan mana jajanan yang sehat dan tidak sehat,” ujar Diana Tasya Eza Arifin.
Perubahan positif terlihat nyata dari kebiasaan jajan para siswa yang sebelumnya gemar mengonsumsi keripik serta minuman kemasan. Saat ini, mereka mulai aktif memilih kudapan bergizi seperti buah melon, telur puyuh, serta olahan tahu dan tempe.
Siswa tampak antusias ketika menempelkan food model berani magnet ke zona yang tepat secara mandiri. Diana pun menaruh harapan besar agar jangkauan pemanfaatan media edukasi ini terus meluas ke sekolah-sekolah lainnya.
“Kami berharap dengan adanya program ini, siswa lainnya juga bisa mendapatkan pembelajaran tentang jajanan sehat,” tutur Diana.
- Penulis: Masitha
