Universitas Jember Hadirkan Staf Khusus BPIP untuk Ideologi
- account_circle Masitha
- calendar_month 14 jam yang lalu
- print Cetak

Universitas Jember Hadirkan Staf Khusus BPIP untuk Ideologi (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JEMBER, jplusmedia.com – Universitas Jember (UNEJ) menghadirkan Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Dr Johanes Haryatmoko SJ. Kehadiran pakar filsafat sosial ini bertujuan membongkar pola lama pembelajaran ideologi negara yang selama ini kerap terjebak dalam metode hafalan pasif.
Pada awalnya, rektorat menyambut baik arah baru pengajaran nilai kebangsaan yang lebih reflektif, kritis, dan kreatif di lingkungan kampus. Manajemen UNEJ juga berkomitmen penuh menjadikan lingkungan perguruan tinggi sebagai ruang nyata untuk mempraktikkan langsung nilai-nilai luhur Pancasila.
“Keunggulan universitas tidak lagi hanya dilihat dari capaian angka akademik, melainkan dari kualitas dan karakter lulusannya,” ujar Rektor UNEJ, Dr Ir Iwan Taruna MEng.
Oleh karena itu, institusi pendidikan tinggi memegang posisi sangat strategis dalam mencetak generasi muda yang berintegritas serta memiliki kepedulian sosial tinggi. Apalagi, derasnya arus kecerdasan buatan (AI) dan informasi tanpa batas saat ini membawa tantangan nyata berupa krisis etika moral.
“Konsekuensinya, kita dihadapkan pada tantangan nyata seperti polarisasi sosial, disinformasi, ujian toleransi, krisis etika, hingga menurunnya kemampuan refleksi diri karena derasnya arus informasi. Di sinilah nilai Pancasila harus hadir sebagai jangkar moral,” lanjut Iwan Taruna.
Di samping itu, Dr Johanes Haryatmoko melayangkan kritik tajam terhadap model pendidikan Pancasila saat ini yang terkesan dogmatis. Alhasil, ia mengusulkan lima metode pembelajaran baru berbasis pemecahan masalah (problem solving) untuk mendobrak kejenuhan mahasiswa di ruang kelas.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang
