KAI Daop 9 Jember Atasi Gangguan Operasional Akibat Luapan Air di Jalur Gubuk-Tegowanu
- account_circle Masitha
- calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
- print Cetak

Kondisi jalur KA di Km 27+9/0 pada jembatan (BH 59) antara Stasiun Gubuk-Tegowanu (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JEMBER, jplusmedia.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember menghadapi gangguan operasional signifikan akibat luapan air yang melanda jalur kereta api di wilayah Gubuk-Tegowanu pada Selasa malam (21/10/2025).
Insiden yang terjadi di kilometer 27+9/0 pada jembatan (BH 59) ini memaksa pihak KAI menerapkan berbagai pembatasan kecepatan dan pengalihan rute untuk menjamin keselamatan perjalanan.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyampaikan penjelasan komprehensif mengenai penanganan insiden.
“Kami mohon maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Seluruh petugas kami terus bekerja maksimal bersama unit terkait untuk memastikan jalur kembali aman dan perjalanan kereta api dapat berjalan lancar. Kami juga terus berkoordinasi dengan pusat pengendalian untuk meminimalisasi dampak operasional di lapangan,” ujar Cahyo dalam keterangan pers, Rabu (22/10/2025).
Berdasarkan laporan kronologis insiden, petugas jalan rel pertama kali mendeteksi kondisi abnormal sekitar pukul 19.04 WIB ketika air mulai menggenangi area rel. Tim segera merespons dengan memasang pembatas kecepatan 60 km/jam sejak pukul 18.05 WIB.
Namun situasi semakin memburuk saat debit air naik drastis hingga 5 cm di atas kop rel dan ditemukan gogosan (erosi) di oprit jembatan, yang memaksa pemasangan semboyan 3 sebagai tanda jalur tidak aman.
Proses normalisasi berhasil dilakukan melalui penanganan intensif, dimulai dengan pembukaan bertahap jalur hilir pukul 23.00 WIB dengan kecepatan terbatas 10 km/jam, disusul jalur hulu pukul 01.23 WIB dengan kecepatan 20 km/jam. KAI mengimbau pelanggan untuk aktif memantau perkembangan terbaru melalui berbagai kanal komunikasi resmi.
“Kami mengajak pelanggan untuk selalu memahami bahwa faktor cuaca ekstrem dapat memengaruhi kondisi lintas. KAI akan terus berupaya menjaga keselamatan dan kenyamanan perjalanan, termasuk melalui langkah-langkah mitigasi cepat bila terjadi gangguan alam di jalur kereta api,” tutup Cahyo menegaskan komitmen perusahaan.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang
