Soe Tjen Marching Kupas Kekuatan Sastra di UNEJ
- account_circle Masitha
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

Soe Tjen Marching menyoroti kekuatan sastra sebagai medium untuk menghadirkan kembali suara-suara yang kerap terpinggirkan dalam sejarah (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JEMBER, jplusmedia.com – Pusat Studi Gender Universitas Jember menggelar diskusi publik dan refleksi kritis buku fiksi berjudul Dari Dalam Kubur. Agenda akademis di Aula Fakultas Ilmu Budaya ini menghadirkan langsung sang penulis novel Soe Tjen Marching, Kamis (11/6/2026).
Rektor Universitas Jember Iwan Taruna mengapresiasi ruang dialog terbuka mengenai nilai kemanusiaan, sejarah, dan keadilan sosial tersebut. Manajemen kampus berkomitmen penuh mengembangkan budaya literasi serta pemikiran kritis mahasiswa dalam merespons berbagai persoalan publik.
“Perguruan tinggi seperti UNEJ tidak hanya menghasilkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang dialog tempat berbagai gagasan bertemu,” ujar Rektor Universitas Jember, Iwan Taruna saat memberikan sambutan.
Soe Tjen menjelaskan bahwa novelnya berawal dari riset ilmiah yang kemudian beralih bentuk menjadi jalinan kisah fiksi. Langkah kreatif ini terbukti ampuh menyuarakan realitas kehidupan kaum perempuan serta kelompok etnis yang sering terabaikan.
“Saya terinspirasi dari karya Tan Malaka yang berkata ‘dari dalam kubur’ dan saya merasa ini pas dengan novel saya,” ungkap Soe Tjen Marching menerangkan asal-usul pemilihan judul bukunya.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang
