Polije Terapkan Konsep Kurban Hijau Tanpa Plastik
- account_circle Masitha
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

Direktur Polije Serahkan Hewan Kurban ke Ketua Takmir Masjid (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JEMBER, jplusmedia.com – Politeknik Negeri Jember (Polije) mengadopsi konsep ramah lingkungan dalam pelaksanaan ibadah kurban tahun ini. Oleh karena itu, panitia kampus berkomitmen menyukseskan program pengurangan sampah plastik sekali pakai selama proses distribusi, Kamis (28/5/2026). Langkah taktis ini menjadi bukti nyata kepedulian dunia akademik terhadap kelestarian lingkungan hidup di sekitar kampus.
Keluarga besar Polije sukses menghimpun 2 ekor sapi dan 14 ekor kambing dari para pekurban. Pengurus kampus menggandeng mahasiswa serta mitra perbankan seperti BTN dan BSI untuk memperluas jangkauan ibadah sosial ini.
“Pelaksanaan kurban merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus ibadah sosial bagi masyarakat,” ujar Direktur Polije, Saiful Anwar.
Selanjutnya, panitia mengganti kantong plastik konvensional menggunakan besek bambu tradisional sebagai wadah pembungkus daging. Penggunaan anyaman bambu ini bertujuan menyelaraskan agenda keagamaan dengan program pengelolaan sampah dari Pemerintah Kabupaten Jember.
“Politeknik Negeri Jember mendukung kebijakan Bupati Jember terkait pengelolaan sampah dengan menerapkan konsep ramah lingkungan,” lanjut Saiful secara tegas.
Di samping itu, pihak takmir masjid juga memastikan proses pengemasan ramah lingkungan ini berjalan dengan tertib. Mereka ingin mengedukasi masyarakat sekitar mengenai pentingnya beralih ke wadah yang mudah hancur secara alami.

“Kami menggunakan besek sebagai wadah daging kurban untuk mengurangi penggunaan plastik,” tambah Ketua Takmir Masjid Al-Istiqomah Polije, Surateno.
Polije berhasil membuktikan bahwa tradisi keagamaan bisa berjalan beriringan dengan aksi penyelamatan bumi. Melalui pembagian ratusan paket kurban hijau ini, kampus berharap dapat menginspirasi lembaga lain untuk menerapkan metode serupa.
“Kami berharap ibadah yang dilakukan diterima Allah SWT sebagai bentuk ketaatan dan keikhlasan,” pungkas Surateno.
- Penulis: Masitha
- Editor: Rizky
