Pasar Kripto Menanti Keputusan The Fed Akhir Oktober, Bagaimana Nasib Bitcoin?

JAKARTA, jplusmedia.com – Pasar kripto memasuki pekan terakhir Oktober dengan volatilitas yang masih tinggi. Bitcoin (BTC) bergerak di sekitar US$80.000 pada Senin (26/10), setelah mengalami tekanan dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Pelaku pasar kini mencermati keputusan suku bunga The Fed, data inflasi Amerika Serikat, serta perubahan arus dana produk investasi aset digital untuk melihat peluang pergerakan harga selanjutnya.
Berdasarkan data historis FLOQ, Bitcoin sempat diperdagangkan di kisaran US79.397–US80.354 pada 26 Oktober. Posisi tersebut menunjukkan bahwa BTC masih menghadapi tekanan di sekitar level psikologis US$80.000, yang sebelumnya menjadi salah satu area penting dalam analisis teknikal pasar.
Meski demikian, pergerakan Bitcoin pekan ini belum mengarah pada satu skenario yang pasti. Kemampuan harga bertahan di atas US$80.000 dapat membuka peluang konsolidasi dan pengujian resistance berikutnya. Sebaliknya, penutupan harian di bawah level tersebut dapat meningkatkan risiko koreksi lebih lanjut.
CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai bahwa pekan ini menjadi periode penting bagi pelaku pasar dalam melakukan trading crypto. Mereka wajib mencermati hubungan antara perkembangan makroekonomi global dan respons aset kripto.
“Pasar kripto pekan ini berpotensi bergerak dinamis seiring investor menunggu sejumlah katalis penting, terutama keputusan The Fed dan data inflasi Amerika Serikat. Bagi pelaku pasar, yang perlu diperhatikan bukan hanya arah pergerakan harga dalam jangka pendek, tetapi juga bagaimana pasar merespons perkembangan tersebut dan apakah responsnya didukung oleh arus dana serta volume perdagangan yang konsisten,” kata Yudho.
Keputusan The Fed dan Data Inflasi Jadi Katalis Utama
Salah satu perhatian utama pasar pekan ini adalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 27–28 Oktober waktu Amerika Serikat. Keputusan suku bunga dijadwalkan diumumkan pada 28 Oktober, sekitar pukul 01.00 WIB pada 29 Oktober, disusul konferensi pers Ketua The Fed.
Ekspektasi pasar menjelang pertemuan tersebut cenderung mengarah pada penahanan suku bunga. Namun, perhatian investor juga tertuju pada sinyal kebijakan moneter untuk Desember, terutama setelah data inflasi sebelumnya menunjukkan tekanan harga yang masih perlu dicermati.
Menurut Yudho, pasar secara umum memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober. Meski demikian, perkembangan inflasi dan komunikasi bank sentral dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap keputusan berikutnya.
Selain FOMC, pasar akan mencermati rilis Personal Consumption Expenditures (PCE) September dan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat kuartal III pada 29 Oktober. PCE merupakan salah satu indikator inflasi yang diperhatikan The Fed dalam menilai perkembangan harga.
Jika data inflasi kembali menunjukkan tekanan yang kuat, ekspektasi kebijakan moneter ketat dapat meningkat dan berpotensi membebani aset berisiko, termasuk kripto. Sebaliknya, data yang meredakan kekhawatiran inflasi berpotensi mendukung sentimen pasar, meskipun tidak otomatis menjamin kenaikan harga.
Yudho menambahkan, “Investor perlu melihat keputusan suku bunga, data inflasi, dan respons pasar sebagai satu rangkaian informasi. Ekspektasi sebelum pengumuman bisa berbeda dari reaksi setelah hasilnya keluar. Karena itu, penting untuk menyiapkan beberapa skenario dan tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan satu indikator.”
Bitcoin Berpeluang Menguji US$84.000
Dari sisi teknikal, area US$80.000 menjadi salah satu level penting yang perlu diperhatikan sepanjang pekan ini. Selama harga mampu bertahan di atasnya, peluang konsolidasi dan pemulihan menuju resistance terdekat masih terbuka.
Dalam skenario positif, Bitcoin berpotensi menguji area US84.000.Jikamomentumpenguatanberlanjutdantekananjualmereda,areaUS87.000 dapat menjadi resistance berikutnya yang perlu dicermati.
Sebaliknya, apabila BTC mencatatkan penutupan harian di bawah US80.000,areaUS77.400–US$76.200 dapat menjadi acuan teknikal untuk mengevaluasi risiko penurunan lanjutan.
Level-level tersebut merupakan acuan analisis teknikal, bukan target harga yang pasti tercapai. Perkembangan sentimen makroekonomi, likuiditas, dan aktivitas perdagangan dapat mengubah skenario tersebut.
Arus Dana ETF Menunjukkan Pasar Belum Sepenuhnya Stabil
Selain faktor makroekonomi, arus dana ETF Bitcoin dan Ethereum menjadi indikator lain yang patut dicermati.
Data menunjukkan bahwa ETF Bitcoin spot Amerika Serikat mencatat arus dana keluar bersih sekitar US$137,9 juta pada 23 Oktober. Namun, secara kumulatif selama periode 19–23 Oktober, arus dana ETF Bitcoin masih positif sekitar US$301,2 juta.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa arus dana investor belum bergerak secara konsisten dalam satu arah. Setelah mencatat arus masuk pada sejumlah sesi, pasar kembali menghadapi tekanan penarikan dana menjelang akhir pekan perdagangan.
Sementara itu, ETF Ethereum masih menghadapi tekanan arus dana keluar. Perbedaan dinamika antara kedua aset tersebut memperlihatkan bahwa pemulihan pasar kripto belum tentu berlangsung merata.
Pelaku pasar perlu mengamati apakah arus dana ETF Bitcoin dapat kembali menguat dan apakah tekanan pada ETF Ethereum mulai mereda. Data arus dana tetap perlu dibaca bersama pergerakan harga dan volume perdagangan, bukan sebagai indikator tunggal untuk menentukan arah pasar.
Sentimen Global dan Harga Minyak Menambah Ketidakpastian
Perkembangan geopolitik dan pasar energi juga berpotensi memengaruhi sentimen aset berisiko. Dalam laporan pasar global pada 26 Oktober, Reuters mencatat harga minyak Brent berada di sekitar US$114,50 per barel, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun berada di sekitar 4,97%.
Pergerakan harga minyak dapat memengaruhi ekspektasi inflasi, sedangkan perubahan imbal hasil obligasi dan dolar AS dapat memengaruhi daya tarik relatif aset berisiko. Meski demikian, hubungan tersebut tidak bersifat langsung dan pergerakan Bitcoin juga dipengaruhi faktor khusus pasar kripto.
Di Indonesia, pelaku pasar juga perlu mencermati perkembangan sentimen pasar domestik setelah usulan MSCI terkait klasifikasi pasar saham Indonesia memicu perhatian investor. Perkembangan tersebut menjadi bagian dari konteks risiko pasar yang lebih luas, meskipun dampaknya terhadap aset kripto tidak dapat diasumsikan secara langsung.
Peluang Pasar Tetap Ada, Pengelolaan Risiko Jadi Perhatian
Memasuki pekan terakhir Oktober, pasar kripto menghadapi dua kemungkinan utama. Apabila Bitcoin mampu mempertahankan area US$80.000, sementara keputusan The Fed dan data inflasi tidak memicu tekanan baru, peluang konsolidasi hingga pengujian resistance tetap terbuka.
Namun, jika tekanan jual meningkat, Bitcoin kehilangan support penting, atau data makroekonomi memperkuat ekspektasi kebijakan moneter ketat, risiko koreksi masih perlu diperhitungkan.
“Di tengah kondisi seperti ini, disiplin dalam mengelola risiko menjadi sama pentingnya dengan membaca peluang pasar. Investor sebaiknya memahami volatilitas aset kripto, menentukan batas risiko sesuai profil masing-masing, dan tidak menjadikan satu pergerakan harga sebagai dasar tunggal dalam mengambil keputusan,” tutup Yudho.
About FLOQ
FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.
FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.
Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES
Rekomendasi Untuk Anda
Polije Perkuat Jejaring Global Lewat MoU dengan Shenzhen Polytechnic University
- Minggu, 18 Oktober 2026
CHINA, jplusmedia.com – Politeknik Negeri Jember (Polije) memperluas peluang kerja sama internasional melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Shenzhen Polytechnic University. Penandatanganan berlangsung dalam World Vocational and Technical Education Development Conference di Tianjin, China, pada 15–17 Oktober 2026. Wakil Direktur Bidang Kerja Sama dan Kehumasan Polije, Agung Wahyono, S.P., M.Si., Ph.D., menghadiri konferensi tersebut atas […]
BRI Region 6 Berpartisipasi dalam Kick Off Sportartcular, Semarakkan Peringatan HUT ke-31 BRI
- Kamis, 29 Oktober 2026
JAKARTA, jplusmedia.com – BRI Region 6 turut berpartisipasi dalam kegiatan Kick Off Sportartcular yang diselenggarakan di Kantor Pusat BRI sebagai bagian dari rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 BRI. Kegiatan ini menjadi momentum untuk membangun semangat kebersamaan, mempererat solidaritas, serta menumbuhkan budaya hidup sehat di lingkungan pekerja BRI. Rombongan kontingen BRI Region 6 […]
Pasar Keuangan Syariah Indonesia Tembus Rp3.231 Triliun, FLOQ Soroti Peluang Tokenisasi
- Jumat, 30 Oktober 2026
Jakarta, jplusmedia.com – Berbekal populasi Muslim yang masif serta pesatnya adopsi teknologi rantai blok, Indonesia menyimpan potensi besar untuk mentransformasi ekosistem keuangan digital yang berlandaskan koridor syariah. Berdasarkan informasi Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 87,2% penduduk Indonesia beragama Islam, dengan jumlah lebih dari 207 juta jiwa. Besarnya populasi tersebut menjadi salah satu konteks penting dalam […]
BRI Branch Office Klaten Hadirkan Kemudahan Transaksi QRIS di Rindu Farm Wisata Petik Melon
- Kamis, 22 Oktober 2026
JAKARTA, jplusmedia.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Branch Office Klaten terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pemanfaatan layanan keuangan digital. Salah satu implementasinya hadir di Rindu Farm, usaha wisata petik melon milik nasabah BRI yang berlokasi di Tambong Wetan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, yang […]
BRAN dan ATR/BPN Perjelas Kewenangan untuk Percepat Reforma Agraria
- Kamis, 15 Oktober 2026
JAKARTA, jplusmedia.com – Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) memperkuat koordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Langkah ini bertujuan memperjelas kewenangan, mencegah tumpang tindih tugas, dan mempercepat pelayanan reforma agraria. Koordinasi tersebut berlangsung dalam rapat di Aula Prona, Gedung Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Rabu (14/10/2026). Kepala BRAN Jenderal Polisi Prof. Dr. Dedi Prasetyo […]
Mahasiswa UNEJ Kembangkan MOBILOADER Bantu Pekerja Sawit
- Jumat, 30 Oktober 2026
JEMBER, jplusmedia.com – Empat mahasiswa Teknik Mesin Universitas Jember (UNEJ) mengembangkan MOBILOADER (Mobile Hydraulic Conveyor Loader). Inovasi ini dirancang untuk membantu pekerja perkebunan memuat tandan buah segar (TBS) ke bak truk. Selama ini, pekerja harus mengangkat TBS seberat 15–25 kilogram secara manual. Mereka juga harus menaikkannya ke bak truk setinggi 180–200 sentimeter. Sejumlah studi yang […]
Bbasam, Restoran Korea yang Perkenalkan Samgyeopsal dengan Butter-Aged 144 Jam, Resmi Hadir di Bali
- Minggu, 18 Oktober 2026
JAKARTA, jplusmedia.com – Bbasam, restoran asal Seoul, Korea Selatan, resmi membuka lokasi internasional pertamanya di Kerobokan, Bali, dengan membawa pengalaman Korean BBQ yang berbeda melalui teknik butter-aging yang menjadi ciri khasnya. Berbeda dari sajian samgyeopsal pada umumnya, Bbasam menggunakan proses aging selama 144 jam untuk menghasilkan cita rasa dan tekstur yang khas sebelum daging dipanggang […]
Pemerintah Soroti Keadilan Pajak di Tengah Pertumbuhan Industri Kripto
- Jumat, 23 Oktober 2026
JAKARTA, jplusmedia.com – Pemerintah Indonesia menyoroti pentingnya sistem perpajakan yang adil di tengah pertumbuhan ekonomi digital dan industri aset kripto. Kebijakan pajak yang proporsional dinilai perlu menjaga kepatuhan sekaligus mendukung daya saing pelaku usaha dan keberlanjutan industri aset digital di dalam negeri. Wakil Menteri Keuangan, Nurkholisoh Ibnu Aman, mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat […]
