KAI Jember dan Railfans Kampanye Anti Pelecehan Seksual
- account_circle Masitha
- calendar_month Senin, 20 Jul 2026
- print Cetak

Para Railfans Membentangkan Banner Anti Kekerasan Seksual di Stasiun Jember (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JEMBER – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember terus memperkuat komitmen pelayanan. Mereka ingin menciptakan layanan transportasi publik yang aman dan nyaman. Demi mewujudkan hal itu, KAI Daop 9 Jember menggandeng Komunitas Railfans Daop 9 Jember (KRD 9). Bersama-sama, mereka menggelar kampanye anti pelecehan seksual di Stasiun Jember, Jumat (17/7/2026).
Sebanyak 20 anggota KRD 9 bersama petugas KAI mengedukasi para calon penumpang di ruang tunggu. Mereka membagikan poster, banner edukasi, hingga gantungan kunci. Melalui media tersebut, mereka mengajak masyarakat berani menolak dan melaporkan segala bentuk pelecehan seksual.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menegaskan ketegasan perusahaan. KAI siap menindak perbuatan yang melanggar hukum ini secara serius.
“KAI tidak memberikan ruang sedikit pun bagi pelaku pelecehan seksual,” ujar Cahyo.
Ia memastikan bahwa seluruh jajaran petugas di lapangan selalu siap memberikan perlindungan penuh kepada para penumpang.
“Apabila terjadi tindakan tersebut, petugas kami siap memberikan pendampingan kepada korban hingga proses pelaporan kepada aparat penegak hukum,” tambahnya.
KAI juga menerapkan sanksi administratif berupa pemblokiran Nomor Induk Kependudukan (NIK) bagi pelaku. Sepanjang tahun 2026, KAI telah memasukkan 19 pelanggan ke dalam daftar blacklist. Akibatnya, para pelaku tidak dapat lagi membeli tiket kereta api di seluruh wilayah operasional KAI.
Cahyo mengungkapkan bahwa sejauh ini wilayah kerja KAI Daop 9 Jember masih sangat kondusif. Hal tersebut menjadi catatan positif bagi keamanan transportasi lokal.
“Hingga saat ini tidak terdapat kasus tindak asusila yang terjadi di wilayah kerja KAI Daop 9 Jember,” ungkap Cahyo.
Ia berharap kondisi aman ini dapat terus bertahan melalui kepedulian bersama dari seluruh pengguna jasa kereta api.
“Kami mengajak seluruh pelanggan untuk tidak ragu melapor kepada petugas apabila melihat atau mengalami tindakan yang mengarah pada pelecehan seksual,” tegasnya.
Kegiatan ini juga mengajak para pelanggan membubuhkan tanda tangan pada banner komitmen bersama. Melalui kolaborasi ini, KAI berharap budaya saling peduli dan berani melapor dapat tumbuh subur di tengah masyarakat.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang
