BPBD Jember Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Kerawanan Bencana Hidrometeorologi dan Kemarau
- account_circle Masitha
- calendar_month 6 jam yang lalu
- print Cetak

BPBD Jember Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Kerawanan Bencana Hidrometeorologi dan Kemarau (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JEMBER, jplusmedia.com — Pemerintah Kabupaten Jember melalui BPBD mengoptimalkan langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi dinamika ancaman bencana alam. Upaya ini dilakukan guna mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi saat musim hujan serta krisis air dan kebakaran lahan pada musim kemarau.
Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, mencatat sebanyak 345 peristiwa bencana terjadi sepanjang semester pertama 2026. Dominasi kejadian didominasi oleh 274 bencana alam seperti banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang.
“Bencana alam paling banyak karena pada saat itu merupakan musim penghujan, sehingga bencana hidrometeorologi mendominasi,” ujar Edy Budi Susilo.
Menghadapi musim kemarau, kewaspadaan kini difokuskan pada penanganan krisis air bersih yang melanda delapan kecamatan. Data hingga akhir Agustus 2026 menunjukkan lebih dari 1.000 kepala keluarga terdampak kesulitan air.
Sebagai langkah penanganan, BPBD Jember telah mendistribusikan 507.500 liter air bersih melalui 103 kali pengiriman armada. Penyaluran bantuan air disesuaikan secara berkala berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan warga di lapangan.
“Bisa jadi ada yang dua hari sekali terkirim, tergantung dari jumlah KK terdampaknya,” jelas Edy Budi Susilo.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang
