Beranda » News » Inilah Kiat Produk UMKM Tembus Pasar Ekspor

Inilah Kiat Produk UMKM Tembus Pasar Ekspor

Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, jplusmedia.com – Pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu mengubah pola pikir ketika membidik pasar ekspor. Produk yang berkualitas tinggi tidak menjamin diterima oleh pasar luar negeri jika tidak disertai dengan pemahaman mendalam terkait standar regulasi dan kebutuhan pasar di negara tujuan ekspor.

Fasilitator Ekspor Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan  (PPEJP) Dede Saputra mengatakan, pengusaha UMKM perlu mengubah pendekatan dari produk sebagai pusat (product centric) menjadi kebutuhan pembeli (buyer centric) di negara tujuan ekspor.

“Produk yang bagus saja tidak cukup. Buyer tidak hanya membeli produk tapi keberlanjutan dan kepatuhan pada regulasi di negaranya. Pengusaha UMKM harus paham bagaimana negara tujuan ekspor memutuskan dalam memilih pemasok,” ujar Dede di Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Dia menegaskan hal itu ketika menjadi pembicara pada sesi Export Bootcamp yang merupakan rangkaian kegiatan Bootcamp UMKM Untuk Indonesia (UUI) 2026: Kita Mau Kita Bisa, Menembus Batas Membuka Pasar Global. Acara yang diselenggarakan oleh Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC) di bawah Payung Program Keberlanjutan ”Sampoerna untuk Indonesia” ini menghadirkan lebih dari 180 UMKM dari seluruh Nusantara.

Dede yang juga Tenaga Ahli Kementerian Perdagangan (Kemendag) itu melanjutkan terdapat tiga pilar yang menjadi pertimbangan buyer untuk memilih pemasok, khususnya jika menggunakan skema Business-to-Business (B2B).

Pertama, kepatuhan regulasi dan sertifikasi. Buyer internasional, katanya, akan melakukan mitigasi risiko seperti kontainer barang yang tertahan di bea cukai atau pemanggilan kembali produk (recall). Untuk menghindari hal itu, pengusaha UMKM wajib memenuhi kelayakan mutu produk dan sejumlah syarat sertifikasi di negara tujuan.

Dia mencontohkan untuk ekspor produk pangan ke pasar China, pengusaha UMKM wajib memiliki sertifikat General Administration of Customs of the People’s Republic of China (GACC), sementara untuk masuk ke pasar Amerika Serikat, suatu produk wajib memenuhi standar Food and Drug Administration (FDA).

Kedua, pengusaha UMKM harus memperhatikan keandalan pasokan produk. Keandalan pasokan produk, tambahnya, terkait dengan jaminan kelancaran stok, memenuhi standar operasional perusahaan (SOP), dan kualitas produk secara konsisten.

Dede mengingatkan ketika UMKM membawa contoh produk pada pameran internasional atau business matching, pengusaha usaha harus bisa memastikan pasokan jangka panjang. Ukuran keberhasilan dari pameran internasional pertama-tama ialah mendapatkan buyer berkelanjutan, bukan tentang produk yang laris.

“Jangan sampai saat diajak oleh Kemendag atau Bank Indonesia dalam ajang seperti Trade Expo Indonesia (TEI), kita hanya jadi penghibur. Harus siap segala macamnya,” tegas Dede.

Pilar ketiga, lanjut Dede, berkaitan dengan skema perdagangan khususnya B2B. Buyer umumnya menghitung berdasarkan satuan palet atau kontainer dan bukan berdasarkan produk eceran. Pengusaha UMKM perlu merinci penetapan harga, kapasitas produksi bulanan, kemampuan mesin, jumlah SDM, manajemen pasokan, hingga biaya jalur pengiriman (forwarder).

“Perlu diingat untuk B2B, lebih dari 78% buyer mengeliminasi calon pemasok jika spesifikasi teknis, kualitas, sertifikasi food safety, kapasitas tidak tercantum secara transparan sejak awal,” tegasnya.

Tren Pasar Global

Dede menambahkan pengusaha UMKM juga perlu belajar untuk membaca tren kebutuhan pasar global atau validasi pasar. Cara paling sederhana, katanya, ialah dengan melihat produk asal Indonesia yang paling laris di pasar global.

“Siapa pembeli terbesar, bagaimana tren pertumbuhan suatu produk, karakter produk seperti apa, termasuk mapping Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dan Atase Perdagangan (Atdag) yang bisa membantu ekspor,” jelasnya.

Selain membaca tren pasar global, pengusaha UMKM juga perlu mengecek produk yang potensial asal Indonesia yang diterima di pasar global. Saat ini, tiga produk UMKM Indonesia yang banyak diminati antara lain kopi, cokelat, dan sepatu olahraga.

Selain mengubah pola pikir, Dede meminta pengusaha UMKM untuk menghindari empat hal yang membuat produk tidak diterima pasar global. Pertama, materi promosi atau brosur yang tidak sesuai dengan pasar negara tujuan.

“Jangan buat profil perusahaan dalam bahasa Indonesia ketika mengincar pasar ekspor,” paparnya.

Kedua, hindari membuat klaim palsu terkait kapasitas produksi. Alih-alih menyebut mampu memproduksi dalam skala tak terbatas, pengusaha UMKM lebih tepat menjelaskan secara rinci kapasitas produksi riil secara jujur. Ketiga, pengusaha UMKM juga perlu memperjelaskan minimum order quantity (MOQ) yang jelas dan realistis.

“Terakhir, pahami ada perbedaan zona waktu dengan buyer sehingga harus responsif ketika berkomunikasi,” imbuhnya.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Rekomendasi Untuk Anda

BRI BO Tanah Abang Gelar BRILiaN Culture Festival, Perkuat Implementasi Budaya Kerja

BRI BO Tanah Abang Gelar BRILiaN Culture Festival, Perkuat Implementasi Budaya Kerja

  • Sabtu, 3 Oktober 2026
  • Sugeng

Jakarta, jplusmedia.com – Dalam rangka memperkuat implementasi budaya kerja dalam aktivitas sehari-hari, BRI Branch Office (BO) Tanah Abang menyelenggarakan BRILiaN Culture Festival (BCF) yang dilaksanakan di Bandung dan diikuti oleh seluruh pekerja BO Tanah Abang. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan kegembiraan. BRILiaN Culture Festival menjadi momentum bagi seluruh pekerja untuk mempererat hubungan […]

UMKM Jember Eksplorasi Inovasi dan Peluang Usaha melalui TEFA UHT Polije

UMKM Jember Eksplorasi Inovasi dan Peluang Usaha melalui TEFA UHT Polije

  • Senin, 14 September 2026
  • Masitha

JEMBER, jplusmedia.com – Politeknik Negeri Jember (Polije) memperkenalkan Teaching Factory (TEFA) UHT kepada pelaku UMKM dan masyarakat Jember. Pengenalan tersebut menjadi bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema PKM-TEFA yang mendapat pendanaan PNBP Polije. Tim PkM mengangkat tema “Diseminasi Produk Susu Pasteurisasi TEFA UHT Polije”. Kegiatan tersebut mendorong peningkatan keterampilan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha […]

Kripto Masuki Era Pertumbuhan, Tokenisasi Jadi Penggerak Baru Industri

Kripto Masuki Era Pertumbuhan, Tokenisasi Jadi Penggerak Baru Industri

  • Rabu, 7 Oktober 2026
  • Sugeng

JAKARTA, jplusmedia.com – Industri aset kripto, termasuk Bitcoin, dan teknologi blockchain dinilai mulai memasuki fase baru yang ditandai dengan percepatan adopsi dan perkembangan teknologi. Perubahan tersebut tidak hanya terlihat dari perkembangan jaringan blockchain, tetapi juga dari semakin luasnya penerapan teknologi digital pada sektor keuangan. Pandangan mengenai fase baru pertumbuhan industri kripto sebelumnya disampaikan oleh Founder […]

BRI BO Kelapa Gading Gelar BRILiaN Culture Festival di Bogor

BRI BO Kelapa Gading Gelar BRILiaN Culture Festival di Bogor

  • Kamis, 1 Oktober 2026
  • Sugeng

Jakarta, Jplusmedia.com – Dalam rangka memperkuat implementasi budaya kerja dalam aktivitas sehari-hari, BRI Branch Office (BO) Kelapa Gading menyelenggarakan BRILiaN Culture Festival (BCF) yang dilaksanakan di Bogor dan diikuti oleh seluruh pekerja BO Kelapa Gading. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan kegembiraan. BRILiaN Culture Festival menjadi momentum bagi seluruh pekerja untuk mempererat hubungan […]

INDICO Gandeng Duolingo, Hadirkan Akses Belajar 40+ Bahasa Gratis untuk Pelanggan SIMPATI Plus

INDICO Gandeng Duolingo, Hadirkan Akses Belajar 40+ Bahasa Gratis untuk Pelanggan SIMPATI Plus

  • Jumat, 25 September 2026
  • Sugeng

JAKARTA, jplusmedia.com – INDICO (PT Telkomsel Ekosistem Digital), anak perusahaan Telkomsel, terus memperluas perannya dalam menghadirkan akses pendidikan dan pembelajaran bagi masyarakat Indonesia melalui solusi digital. Setelah sebelumnya berkolaborasi dengan Kuncie sebagai platform belajar yang mendukung pengembangan skill dan kompetensi, INDICO kini menggandeng Duolingo untuk memperluas akses belajar bahasa melalui SIMPATI Plus. Kolaborasi ini ditandai […]

BRI BO Tanjung Priok Gelar BRILiaN Culture Festival, Perkuat Implementasi Budaya Kerja

BRI BO Tanjung Priok Gelar BRILiaN Culture Festival, Perkuat Implementasi Budaya Kerja

  • Sabtu, 3 Oktober 2026
  • Sugeng

Jakarta, jplusmedia.com – Dalam rangka memperkuat implementasi budaya kerja dalam aktivitas sehari-hari, BRI Branch Office (BO) Tanjung Priok menyelenggarakan BRILiaN Culture Festival (BCF) yang dilaksanakan di Bogor dan diikuti oleh seluruh pekerja BO Tanjung Priok. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan kegembiraan. BRILiaN Culture Festival menjadi momentum bagi seluruh pekerja untuk mempererat hubungan […]

BRILiaN Culture Festival BRI Region 6, Lomba Bola Voli Jadi Ajang Perkuat Kekompakan Pekerja

BRILiaN Culture Festival BRI Region 6, Lomba Bola Voli Jadi Ajang Perkuat Kekompakan Pekerja

  • Selasa, 6 Oktober 2026
  • Sugeng

JAKARTA, jplusmedia.com – Rangkaian BRILiaN Culture Festival (BCF) BRI Region 6 di Ciloto berlangsung semakin meriah dengan digelarnya lomba bola voli antar pekerja. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian acara yang menghadirkan suasana penuh semangat, keceriaan, dan sportivitas sekaligus menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antar pekerja BRI Region 6. Pertandingan bola voli berlangsung dengan penuh […]

BRI BO Jatinegara Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Semangat Kebangsaan

BRI BO Jatinegara Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Semangat Kebangsaan

  • Kamis, 8 Oktober 2026
  • Sugeng

Jakarta, jplusmedia.com – BRI BO Jatinegara melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diikuti oleh jajaran manajemen dan seluruh pekerja BRI BO Jatinegara. Upacara berlangsung dengan suasana penuh khidmat, tertib, dan diwarnai semangat kebangsaan serta rasa nasionalisme. Kegiatan ini menjadi momentum bagi seluruh insan BRILiaN untuk mengenang dan menghargai perjuangan dalam mempertahankan Pancasila sebagai dasar […]