FH UNEJ Gaet Peserta Internasional Lewat Kursus “Access to Justice 2025” Berbasis Pengalaman Lapangan
- account_circle Aziz
- calendar_month Rabu, 6 Agt 2025
- print Cetak

FH UNEJ Gaet Peserta Internasional Lewat Kursus “Access to Justice 2025” Berbasis Pengalaman Lapangan (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sementara itu, peserta dari Indonesia, Nabilla Fadia Syafa (Bella), menilai kursus ini membuka ruang kolaborasi lintas budaya.
“Bertemu dengan teman dari latar belakang berbeda membuat pemahaman saya tentang hukum dan keadilan semakin luas dan mendalam,” tuturnya.
Kunjungan lapangan ke komunitas seperti Ogawa, Tanoker, dan Tengger menjadi bagian penting dari program. Gerald menyoroti interaksi antar agama di komunitas Tengger, sementara Ashton mengapresiasi kesempatan mendengarkan perjuangan komunitas Ogawa secara langsung.
Para peserta bertekad membawa hasil pembelajaran ini ke komunitas mereka masing-masing. Ashton berharap jejaring yang terbangun menjadi langkah awal kolaborasi regional, sedangkan Bella berniat menggunakan ilmunya untuk membela hak masyarakat adat Osing di Banyuwangi.
“Ini bukan sekadar kursus, tapi pengalaman transformatif,” tutup Prof. Bayu. FH UNEJ menargetkan program ini menjadi agenda rutin dan ikon internasional kampus dalam advokasi keadilan dan hak asasi manusia berbasis praktik lapangan.
- Penulis: Aziz
- Editor: Bambang
