BRI Guncang Jember! Program Desa BRILiaN 2026 Siap Sulap BUMDes Jadi Mesin Uang Desa
- account_circle Masitha
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Program Desa BRIliaN 2026 (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BRI juga mendorong perubahan pola transaksi masyarakat desa dari sistem tunai menuju ekosistem digital melalui penggunaan BRImo dan QRIS.
Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemkab Jember, Daris Surahmah menyebut sinergi antara BUMDes dan perbankan menjadi langkah strategis untuk mempercepat kemandirian desa.
“BUMDes tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan BRI sangat penting, mulai akses permodalan bunga rendah, digital payment, hingga pendampingan dari AgenBRILink desa,” katanya.
Menurutnya, penguatan BUMDes bukan hanya perubahan administratif, melainkan transformasi besar menuju desa mandiri dan sejahtera.
“Kami optimistis BUMDes akan menjadi motor penggerak utama kesejahteraan masyarakat desa,” imbuhnya.
Dari pusat, perwakilan Kantor BRI Pusat, Anisa Kristianigrum menjelaskan Program Desa BRILiaN 2026 memiliki tiga tahapan utama yakni empowerment, assistance, dan graduation.
Selama dua bulan, desa peserta akan mendapatkan pelatihan daring intensif, pendampingan khusus untuk desa terbaik, hingga penghargaan bagi desa unggulan.
Materi yang diberikan pun sangat komplet, mulai legalitas kerja sama, tata kelola dana desa, pengelolaan keuangan BUMDes dan koperasi desa, hingga pengembangan sektor unggulan seperti wisata desa, pertanian modern, dan industri pengolahan.
“Targetnya desa mampu menghasilkan strategi pengelolaan dana desa yang baik, laporan keuangan digital, inovasi produk lokal hingga pengembangan desa wisata,” jelasnya.
Secara nasional, hingga akhir Maret 2026, Program Desa BRILiaN telah diikuti 5.245 desa di seluruh Indonesia dengan fokus pengembangan sektor pariwisata, perdagangan, jasa, industri pengolahan, pertanian, dan peternakan.
Kini, Jember menjadi salah satu daerah yang paling agresif mendorong desa naik kelas menuju era ekonomi digital berbasis potensi lokal.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang
