Lonjakan Harga Bitcoin Tembus US$ 79.000 Dipicu Kebijakan Likuiditas AS
- account_circle Sugeng
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Ilustrasi pergerakan harga BItcoin yang naik 20% lebih dalam seminggu. Sumber: FLOQ
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, jplusmedia.com – Harga Bitcoin melonjak signifikan dari level di bawah US$ 64.000 hingga menembus US$ 79.000. Data CoinMarketCap mencatat aset kripto utama ini menguat lebih dari 20 persen dalam sepekan terakhir.
Pengaruh Kebijakan Treasury Buyback AS Terhadap Pasar Kripto
Lonjakan cepat ini dipicu oleh rencana Departemen Keuangan AS yang menggandakan nilai buyback obligasi jangka panjang. Kebijakan ini dinilai menambah likuiditas pasar sekaligus menurunkan imbal hasil surat utang pemerintah secara beruntun.
CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai pasar membaca kebijakan tersebut sebagai sinyal ekspansi likuiditas keuangan. Kondisi ini secara historis selalu menjadi sentimen positif bagi kenaikan aset berisiko tinggi.
“Kebijakan ini menurunkan imbal hasil obligasi dan pasar membacanya sebagai sinyal ekspansi likuiditas,” ujar CEO FLOQ, Yudhono Rawis.
Kombinasi Short Squeeze dan Arus Modal Institusional
Selain buyback obligasi, reli kencang ini terakselerasi oleh fenomena short squeeze bernilai miliaran dolar di pasar derivatif. Penutupan paksa posisi bearish menciptakan tekanan beli tambahan yang mempercepat kenaikan harga Bitcoin secara mendadak.
- Penulis: Sugeng
- Editor: Bambang
