Watu Ulo: Di Antara Laut, Legenda, dan Rahasia yang Terjaga
- account_circle Masitha
- calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
- print Cetak

Watu Ulo: Di Antara Laut, Legenda, dan Rahasia yang Terjaga (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JEMBER, jplusmedia.com – Pantai Watu Ulo di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, menyimpan lebih dari sekadar pemandangan alam yang memesona. Di balik deburan ombak dan formasi batunya yang unik, tersimpan legenda dan keyakinan spiritual yang dipegang teguh oleh masyarakat setempat.
Anshori, sang penjaga pantai, dengan setia mengawasi kawasan ini selama 26 tahun terakhir. Anshori dengan penuh keyakinan menjelaskan sisi spiritual Watu Ulo.
“Situs ini bukan sekadar batu biasa, melainkan pintu masuk menuju keraton gaib. Sumur di lokasi ini adalah pintunya, dan hanya orang-orang tertentu yang bisa mengetahuinya,” ujar Anshori yang menolak disebut juru kunci, lebih memilih gelar sebagai penjaga pantai.
Penjaga pantai berusia 56 tahun ini membagikan pengetahuan mistis tentang keberadaan “badan” gaib yang terbelah tiga. Menurut penuturannya, badannya berada di Watu Ulo, kepalanya di Gerajakan, dan ekornya di Pacitan. Pengetahuan spiritual ini ia peroleh melalui laku puasa dan meditasi yang dilakukannya secara rutin.
Sebagai penjaga, tugas utama Anshori adalah mengawasi “Batu Gula” dan sekitarnya untuk mencegah terjadinya bencana atau kecelakaan.
“Berkas penjagaan, Pantai Watu Ulo tetap aman selama 26 tahun tanpa insiden berarti,” tegasnya.
Keberhasilan ini ia atributkan kepada ketaatannya dalam menjaga keseimbangan antara alam nyata dan gaib.

Di balik narasi mistisnya, Watu Ulo tetap menjadi simbol perpaduan keindahan alam dan nilai budaya masyarakat pesisir. Pantai yang dikenal dengan legenda ular laut raksasa ini terus menarik pengunjung dengan pesona alamnya yang dramatis, sambil menjaga tradisi larung sesaji dan gotong royong pesisir sebagai bentuk penghormatan terhadap alam.
Bagi pengunjung yang hendak menikmati keindahan Watu Ulo, Anshori mengingatkan untuk menghormati aturan dan tanda larangan di kawasan pantai.
“Semua kejadian gaib ini adalah kuasa Tuhan. Kita harus menjaga keseimbangan antara menikmati keindahan dan menghormati kelestariannya,” pungkas penjaga yang rendah hati ini.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang


