Wakapolri Tinjau SPKT Denpasar Dorong Pelayanan Cepat Transparan
- account_circle Rahmad
- calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
- print Cetak

Wakapolri Tinjau SPKT Denpasar Dorong Pelayanan Cepat Transparan (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DENPASAR, jplusmedia.com — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus melakukan pembenahan menyeluruh dalam pelayanan publik. Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo meninjau langsung implementasi Pamapta dan peningkatan pelayanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di Polresta Denpasar, Polda Bali, Kamis (30/10/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Quick Wins Akselerasi Transformasi Polri.
Sesuai instruksi langsung Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, seluruh pelayanan kepolisian di SPKT di seluruh Indonesia harus direvitalisasi. Revitalisasi ini melibatkan pengaktifan kembali peran Pamapta sebagai sistem komando terintegrasi yang mampu merespons laporan masyarakat, mendatangi TKP, serta menindaklanjuti gangguan kamtibmas secara cepat dan terukur.
Wakapolri didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi Polri, termasuk Irjen Pol. Umar Effendi (Kasatgas Penjamin Mutu) dan Irjen Pol. Daniel Adityajaya (Kapolda Bali). Kehadiran para pejabat tinggi ini menunjukkan keseriusan Polri dalam memastikan transformasi pelayanan publik berjalan nyata.
Wakapolri menegaskan bahwa peningkatan pelayanan publik menjadi prioritas utama Polri. Dalam arahannya, ia menyoroti pentingnya penguatan fungsi SPKT dan Pamapta.
“Pamapta harus berani dan tegas memimpin serta mengarahkan piket fungsi, karena Pamapta adalah Kapolres di luar jam dinas,” ujarnya.
Polri juga tengah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung di SPKT, seperti ruang bermain anak dan ruang laktasi, untuk menciptakan pelayanan yang ramah dan humanis. Dari sisi teknologi, Polri terus mengembangkan sistem digitalisasi pelayanan publik, termasuk fitur identifikasi pelapor dan pemantauan real-time melalui video drone.
Wakapolri menegaskan bahwa seluruh inovasi dan sistem pelayanan digital ini tidak boleh berhenti pada tataran formalitas.
“Semua aplikasi dan perangkat yang dibangun harus benar-benar digunakan untuk melayani masyarakat, bukan sekadar menjadi simbol modernisasi. Polri harus hadir dengan bukti kerja, bukan hanya janji,” tegasnya.
Langkah-langkah tersebut menjadi jawaban konkret Polri terhadap berbagai kritik. Melalui transformasi digital, penguatan Pamapta, dan revitalisasi SPKT, Polri menunjukkan komitmen kuat untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan berkeadilan.
“Polri harus berubah dan terus berbenah. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan terbaik, dan Polri harus hadir dengan wajah humanis, profesional, dan mampu memberikan rasa aman,” ujar Wakapolri menutup arahannya.
- Penulis: Rahmad
- Editor: Bambang


