UNEJ dan UNARS Serahkan Mesin Pulper Kopi ke Kelompok Tani Sumber Malang
- account_circle Masitha
- calendar_month Sab, 6 Sep 2025

UNEJ dan UNARS Serahkan Mesin Pulper Kopi ke Kelompok Tani Sumber Malang (Foto: Ist)
SITUBONDO, jplusmedia.com – Upaya meningkatkan kesejahteraan petani kopi di lereng Sumber Malang semakin nyata dengan hadirnya sinergi perguruan tinggi dan masyarakat. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jember (UNEJ) bersama Universitas Abdurachman Saleh (UNARS) Situbondo menyerahkan satu unit mesin pulper kopi kepada Kelompok Tani Argo Rengganis di Desa Sumberargo, Kecamatan Sumber Malang, Rabu (3/9/2025).
Bantuan ini merupakan bagian dari program hibah pengabdian Kemendiktisainstek 2025 yang menekankan pemanfaatan teknologi tepat guna pasca-panen. Penyerahan dilakukan oleh Ketua Tim, Ir. Dimas B. Zahroza, SP., MP., didampingi anggota tim, di hadapan penyuluh pertanian, perangkat desa, dan puluhan petani.
“Dengan adanya mesin pulper ini, kami berharap proses pengolahan kopi bisa lebih cepat, higienis, dan berkualitas sehingga nilai jualnya meningkat,” ungkap Dimas.
Ia menambahkan, tim juga memberikan pelatihan teknis pengoperasian dan perawatan mesin sejak 30 Agustus 2025 lalu agar petani bisa memanfaatkannya secara berkelanjutan.
Hal senada disampaikan Ahmad Jasuli, A. Md., Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sumberargo. Menurutnya, mesin ini akan mendongkrak pendapatan petani.
“Selama ini kopi dijual dalam bentuk gelondong basah seharga Rp14.000–Rp16.000/kg. Dengan mesin ini, petani bisa menjual HS kering dengan harga Rp40.000–Rp60.000/kg. Ini loncatan besar bagi kesejahteraan petani,” jelasnya.
Ketua Kelompok Tani Argo Rengganis, Sugianto, juga menyampaikan rasa syukur atas bantuan tersebut.
“Selama ini kami hanya mengandalkan cara manual yang memakan waktu lama. Dengan mesin ini, hasil panen lebih berkualitas dan nilai jual meningkat. Terima kasih kepada UNEJ dan UNARS yang peduli pada petani,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengangkat potensi kopi Situbondo agar lebih dikenal luas. Sinergi antara petani, akademisi, dan pemerintah desa diharapkan mampu mendorong transformasi pertanian rakyat menuju sistem yang modern, efisien, dan berdaya saing di pasar regional hingga nasional.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang

