UNEJ dan BIG Perkuat Kebijakan Satu Peta di Kawasan Tapal Kuda
- account_circle Masitha
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Prof. Bayu Taruna Widjaja Putra menegaskan peralihan ke data spasial guna meningkatkan akurasi kebijakan daerah (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JEMBER, jplusmedia.com – Universitas Jember (UNEJ) bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) terus mendorong implementasi Kebijakan Satu Peta (One Map Policy). Kerja sama ini bertujuan mengubah data statistik yang kaku menjadi peta digital yang presisi, khususnya untuk mempercepat pembangunan di kawasan Tapal Kuda.
Pakar pertanian presisi UNEJ, Prof. Bayu Taruna Widjaja Putra, menyatakan bahwa kampus berperan sebagai penghubung teknis bagi pemerintah daerah. Kehadiran UNEJ memudahkan daerah dalam mengelola data spasial tanpa harus selalu berkoordinasi langsung ke kantor pusat BIG.
“Pemerintah daerah tidak perlu capek-capek ke BIG. Jadi cukup dengan UNEJ saja untuk membantu menyelesaikan permasalahan spasial di daerah Tapal Kuda,” ungkap Prof. Bayu, Jumat (10/4/2026).
Prof. Bayu mendorong instansi pemerintah untuk beralih dari penyajian data tabel (tabular) ke bentuk visual digital. Menurutnya, pemetaan aset daerah seperti luas lahan pemakaman hingga sebaran asal mahasiswa akan lebih informatif jika tampil dalam bentuk peta panas (heatmap) atau titik lokasi.
“Banyak area pemakaman hanya tercatat luasannya di data tabular, namun batas poligon aslinya di peta tidak ada. Padahal dengan data spasial, pemerintah daerah bisa memprediksi sisa kapasitas lahan,” urainya.
Selain penataan data, kolaborasi ini juga merambah pengembangan kecerdasan buatan (AI) untuk sektor agrikultur. Salah satu capaiannya adalah pemetaan komoditas kakao di Banyuwangi yang mampu mengidentifikasi lokasi dan kondisi lingkungan secara rinci melalui citra lapangan.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang

