Tips Olahraga Efektif Saat Puasa ala Pakar Gizi Polije
- account_circle Masitha
- calendar_month 19 jam yang lalu

Alinea Dwi Elisanti, Dosen Gizi Klinik Polije (Foto: Ist)
JEMBER, jplusmedia.com – Dosen Gizi Klinik Polije, Alinea Dwi Elisanti, menjelaskan perubahan metabolisme energi selama puasa. Tubuh melakukan metabolic switching yang menggeser sumber energi dari karbohidrat menuju pembakaran lemak.
Penurunan insulin setelah 12 jam puasa merangsang hormon glukagon memecah lemak menjadi energi. Aktivitas fisik tetap aman secara fisiologis selama mengikuti prinsip praktik berbasis bukti.
“Olahraga saat puasa bukan larangan, namun kita harus menyesuaikannya berdasarkan prinsip evidence-based practice,” ungkap Alinea Dwi Elisanti.
Masyarakat sebaiknya memilih olahraga intensitas rendah seperti jalan santai atau yoga. Jenis latihan ini membantu tubuh membakar lemak secara efisien tanpa menguras cadangan glikogen.
Hindari olahraga intensitas tinggi seperti lari cepat atau HIIT pada siang hari. Latihan berat berisiko memicu dehidrasi karena kebutuhan glikogen yang besar saat perut kosong.
“Tubuh beralih menggunakan lemak sebagai energi utama atau fat-based metabolism saat kita berpuasa,” jelas pakar gizi tersebut.
Waktu terbaik berolahraga jatuh pada 30 hingga 60 menit menjelang berbuka puasa. Pilihan ini memudahkan tubuh mendapatkan rehidrasi cairan dan asupan nutrisi segera setelah latihan.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang

