Tiga Pilar Kompak Jadikan Kopi Senjata Utama Lawan Kemiskinan di Tapal Kuda
- account_circle Masitha
- calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
- print Cetak

Bupati Jember, Muhammad Fawait dan Wakil Kepala BP Taskin, Iwan Sumule, saat mengunjungi stand dan mencoba kopi olahan dari Sekolah Raisa (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sebagian besar kebun kopi rakyat masih tertinggal dalam inovasi. Prof. Yuli menekankan kopi menyimpan potensi kuat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan.
“Kopi bukan sekadar komoditas, tetapi jalan keluar dari kemiskinan ketika petani diberi akses pada pengetahuan, teknologi, dan kelembagaan yang berpihak,” ujarnya.
Menanggapi komitmen UNEJ, Prof. Bambang Kuswandi menegaskan penguatan agroindustri berkelanjutan menjadi fondasi utama kebijakan kampus.
Ia menegaskan bahwa upaya tersebut harus diiringi kerja sama lintas sektor. Tujuannya agar petani mampu mengelola kopinya sendiri dan tidak hanya menjadi buruh. Dengan pendampingan tepat, angka kemiskinan di kalangan petani kopi bisa tertekan secara signifikan.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang
