Polri Peragakan Model Pelayanan Unjuk Rasa Terbaru Berbasis HAM di Apel Kasatwil
- account_circle Rahmad
- calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
- print Cetak

Polri Peragakan Model Pelayanan Unjuk Rasa Terbaru Berbasis HAM di Apel Kasatwil (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Peragaan tersebut memperlihatkan keterlibatan terpadu berbagai fungsi kepolisian, seperti Sabhara, Propam, Lalu Lintas, Reskrim, Intelkam, Humas, K-9, dan tim negosiator.
Polri juga menampilkan teknologi baru, seperti helm Dalmas dengan konektor suara dan penggunaan drone dalam pengambilan keputusan taktis.
Brigjen Ngajib menegaskan tujuan utama peragaan ini adalah menyamakan persepsi seluruh Kasatwil. Tujuannya adalah memberikan pelayanan unjuk rasa yang humanis namun tetap tegas.
“Pelayanan unjuk rasa bukan sekadar pengamanan, tetapi pelayanan publik. Kita wajib memastikan massa dapat menyampaikan aspirasi dengan aman, dan negara tetap hadir menjaga ketertiban umum secara proporsional,” ujar Dirsamapta.
Ia menambahkan bahwa kemampuan komunikasi, negosiasi, dan penguasaan lapangan menjadi kunci sukses aparat di era sekarang.
“Kapolres harus dikenal oleh masyarakatnya. Semakin baik hubungan polisi dengan warga, semakin kecil potensi eskalasi unjuk rasa meningkat,” tutup Brigjen Ngajib.
- Penulis: Rahmad
- Editor: Bambang


