Politeknik Negeri Jember Tangani Limbah Ternak dan Stunting di Arjasa
- account_circle Masitha
- calendar_month Sel, 7 Okt 2025

Politeknik Negeri Jember Tangani Limbah Ternak dan Stunting di Arjasa (Foto: Ist)
JEMBER, jplusmedia.com Tim dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Jember melaksanakan program pengabdian masyarakat untuk mengatasi permasalahan limbah ternak dan angka stunting di Kecamatan Arjasa. Kegiatan selama tiga hari ini berfokus pada pengolahan limbah ternak menjadi pupuk vermikompos dan pemanfaatan pangan lokal untuk makanan tambahan bayi dan ibu hamil.
Dr. Mira Andriani, S.Pt., M.P., ketua tim pengabdian, menjelaskan pentingnya pengolahan limbah ternak.
“Selama ini, kotoran ternak seringkali dibuang begitu saja ke lingkungan sekitar dan berpotensi terjadi pencemaran lingkungan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah tersebut bisa diolah menjadi pupuk yang bermanfaat,” ujarnya.
Vermikompos tidak hanya mengurangi pencemaran tetapi juga menghasilkan cacing yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
Program ini juga menyasar perbaikan gizi masyarakat melalui pemanfaatan pangan lokal. Tim memperkenalkan olahan bergizi dari ubi, jagung, daun kelor, dan kacang-kacangan sebagai makanan tambahan bagi bayi dan ibu hamil.
“Dengan pendekatan ini, kita tidak hanya menyehatkan ibu dan anak, tapi juga memperkuat ketahanan pangan lokal,” kata Muhammad Abdul Rauf, M.Gz., anggota tim dari Fakultas Kesehatan Masyarakat.
Para kader posyandu dan ibu-ibu PKK mendapat pelatihan membuat berbagai makanan sehat. Mereka diajarkan cara mengolah biskuit kelor, nugget ikan gabus, dan puding coklat kelor berprotein tinggi. Harapannya, inovasi ini dapat menekan angka kematian ibu dan bayi serta mengurangi kasus stunting di wilayah Arjasa.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Program seperti ini sangat dibutuhkan di daerah kami untuk mengatasi masalah lingkungan dan kesehatan,” ujar Wasiah, Kepala Desa di Desa Arjasa.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan puskesmas menjadi kunci keberhasilan program ini.
Program pengabdian ini diharapkan dapat terus berkelanjutan dan diterapkan di wilayah lainnya. Masyarakat Arjasa kini memiliki kemampuan untuk mengolah limbah ternak secara mandiri dan menyiapkan makanan bergizi dari bahan lokal. Inisiatif ini menjadi bukti nyata kontribusi dunia akademik dalam mengatasi permasalahan masyarakat.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang

