Polda Jatim Pastikan Identifikasi Korban Ponpes Al Khoziny Maksimal
- account_circle Rahmad
- calendar_month Sel, 7 Okt 2025

Polda Jatim Pastikan Identifikasi Korban Ponpes Al Khoziny Maksimal (Foto: Ist)
SURABAYA, jplusmedia.com – Kepolisian Daerah Jawa Timur memastikan proses identifikasi korban robohnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, berjalan maksimal. Hingga Senin (6/10/2025), tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim telah berhasil mengidentifikasi 17 korban dari total 59 kantong jenazah yang diterima di RS Bhayangkara Surabaya.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut.
“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas peristiwa yang menimpa para santri Ponpes Al Khoziny,” ujarnya di Surabaya.
Menurutnya, proses identifikasi dilakukan oleh tim gabungan dari Biddokkes Polda Jatim, Pusdokkes Polri, RS Bhayangkara, Inafis, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial Jawa Timur, serta ahli dari Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI).
“Seluruh tim bekerja 24 jam penuh dengan semangat kemanusiaan,” tegas Kombes Abast.
Ia menambahkan, kegiatan identifikasi dilakukan di dua lokasi, yakni posko antemortem di Ponpes Al Khoziny dan RS Bhayangkara Surabaya, serta posko postmortem yang dipusatkan di RS Bhayangkara.
Di kesempatan yang sama, Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol Dr. dr. M. Khusnan Marzuki menjelaskan bahwa dari delapan kantong jenazah yang diperiksa, tujuh di antaranya telah teridentifikasi melalui metode sidik jari, gigi, medis, dan properti pribadi.
Ia juga memastikan total kantong jenazah yang diterima mencapai 59 kantong, setelah sebelumnya terdapat perbedaan akibat satu korban memiliki dua nomor kantong.
“Proses identifikasi masih terus dilakukan secara teliti agar seluruh jenazah dapat dikenali dan diserahkan kepada keluarganya,” kata Kombes Khusnan.
Sementara itu, Kabid DVI Pusdokkes Mabes Polri Kombes Pol Wahyu Hidayati menambahkan bahwa sebagian kantong berisi bagian tubuh terpisah, yang setelah dicocokkan dengan data keluarga dipastikan milik korban yang sama.
- Penulis: Rahmad
- Editor: Bambang

