Polairud Gresik Bongkar Rumpon Cegah Konflik Nelayan
- account_circle Rahmad
- calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
- print Cetak

Polairud Gresik Bongkar Rumpon Cegah Konflik Nelayan (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
GRESIK, jplusmedia.com — Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Gresik Polda Jatim bersama Dinas Perikanan Kabupaten Gresik mengambil langkah tegas mencegah terjadinya konflik antarnelayan di perairan utara. Tim gabungan melaksanakan pengamanan dan pendampingan pembongkaran dua unit rumpon di perairan Kali Pandian, Rabu (22/10/2025).
Kegiatan ini merupakan respons terhadap meningkatnya tensi antara dua kelompok nelayan akibat dugaan pelanggaran batas wilayah penangkapan ikan. Dua rumpon milik nelayan Randuboto Sidayu dinilai melewati area perairan yang menjadi hak tangkap nelayan Ujung Pangkah Wetan.
Tim gabungan berfokus pada Pembongkaran Rumpon, Pencegahan Konflik, dan Verifikasi Batas Wilayah. Pembongkaran ditujukan pada rumpon yang dipasang melebihi batas wilayah. Upaya pencegahan ini bertujuan meredam potensi bentrok agar keamanan laut tetap terjaga.
Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, melalui Kasatpolairud Polres Gresik Iptu Arifin, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk pencegahan dini agar konflik horizontal tidak terjadi di kalangan nelayan. Ia berharap pembongkaran ini menjadi solusi konkret mengatasi sengketa.
Lebih dari 20 kata, Iptu Arifin menegaskan bahwa Satpolairud ingin memastikan seluruh nelayan dapat beraktivitas dalam koridor hukum yang berlaku, sehingga potensi konflik di perairan Gresik dapat diminimalisir.
“Kami ingin memastikan seluruh nelayan dapat beraktivitas dalam koridor hukum yang berlaku, sehingga potensi konflik di perairan Gresik dapat diminimalisir,” ujar Iptu Arifin.
Kegiatan ini melibatkan dua anggota ABK Kapal Satpolairud, Dinas Perikanan Gresik, dan Ketua Rukun Nelayan Randuboto Sidayu, Bapak Safi’i. Tim gabungan bekerja kolaboratif memastikan proses berjalan aman dan sesuai prosedur.
“Langkah ini merupakan bentuk pencegahan dini agar konflik horizontal tidak terjadi di kalangan nelayan,” tambah Iptu Arifin.
Pemerintah daerah berharap perairan Gresik tetap menjadi wilayah tangkap yang produktif, tertib, dan damai, tanpa gesekan antar komunitas nelayan.
- Penulis: Rahmad
- Editor: Bambang


