Pakar dan Peneliti Muda Rumuskan Masa Depan Ekonomi Jatim di EJAVEC UNEJ
- account_circle Masitha
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Guru Besar FEB UGM, Prof. Dr. Catur Sugiyanto, M.A., (kedua dari kiri) memaparkan strategi transformasi struktur ekonomi pertanian di hadapan mahasiswa dan akademisi UNEJ (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Di sisi lain, ekonom Universitas Jember, Adhitya Wardhono, Ph.D., menyoroti pentingnya reformasi kelembagaan daerah. Menurutnya, kualitas kebijakan pemerintah daerah sangat menentukan ketahanan wilayah terhadap guncangan ekonomi global.
“Ketahanan pangan sangat bergantung pada kepastian insentif serta tata niaga yang adil bagi petani,” jelas Adhitya.
Namun, penguatan ekonomi juga memerlukan integrasi rantai nilai lokal yang solid sebelum menembus pasar global. Akhirnya, peneliti muda Bayu Dwi Kurniawan dan Roni Anom Satrio menawarkan solusi konkret melalui riset hilirisasi agro berbasis spasial.
“Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai pusat pengolahan produk agro nasional,” ungkap Roni.
Riset tersebut mengidentifikasi ribuan desa potensial yang dapat berkembang menjadi pusat agroindustri baru. Sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi diharapkan mampu menerjemahkan gagasan ini menjadi kebijakan aplikatif yang mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang

