Mahasiswa FH UNEJ Gagas Integrasi Eco Consent dan Anti SLAPP untuk Lindungi Masyarakat Adat
- account_circle Masitha
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Mahasiswa FH UNEJ Gagas Integrasi Eco Consent dan Anti SLAPP untuk Lindungi Masyarakat Adat (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kompetisi yang diselenggarakan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya itu diikuti 64 tim mahasiswa hukum dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tim Fakultas Hukum UNEJ berhasil menembus tiga besar nasional sekaligus meraih penghargaan Berkas Terbaik.
Prestasi tersebut menjadi pembuktian atas kualitas mahasiswa FH UNEJ dalam merespons isu hukum, kemanusiaan, dan lingkungan. Keberhasilan itu juga menjadi hasil evaluasi setelah sebelumnya gagal pada cabang Legal Opinion di SALC.
“Ketika SALC 2026 dibuka, kami melihat peluang untuk mencoba pendekatan yang berbeda. Kami tertarik pada subtema perlindungan masyarakat adat dalam pengelolaan lingkungan,” ungkap Pradipta.
Ia mengatakan pengalaman mengikuti kompetisi menguatkan keyakinannya bahwa hukum harus berpihak kepada masyarakat.
“Kompetisi ini mengajarkan bahwa hukum harus benar-benar hadir untuk melindungi masyarakat. Hukum tidak boleh hanya menjadi instrumen yang memberikan kepastian bagi pembangunan, tetapi juga harus menjamin perlindungan bagi masyarakat yang terdampak,” ujarnya.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang
