KAI Daop 9 Jember Edukasi Warga Soal Sistem Rem Kereta Api
- account_circle Masitha
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

KAI Daop 9 Jember Edukasi Warga Soal Sistem Rem Kereta Api (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JEMBER, jplusmedia.com – PT KAI Daop 9 Jember kini aktif mengedukasi masyarakat mengenai sistem pengereman kereta api. Upaya edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan warga di sekitar jalur rel. Sebab, kereta api memerlukan jarak pengereman yang sangat panjang dan tidak bisa berhenti secara instan.
Secara teknis, sistem rem kereta menggunakan teknologi tekanan udara yang terintegrasi pada seluruh rangkaian. Saat masinis melakukan pengereman, tekanan udara tersebut memicu gaya gesek kuat pada roda. Namun, proses ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar karena massa kereta yang sangat besar.
Selain itu, jarak pengereman sangat bergantung pada faktor kecepatan dan beban rangkaian. Sebagai gambaran, pada kecepatan 100 kilometer per jam, kereta butuh jarak 505 meter untuk berhenti. Bahkan, jika kecepatan mencapai 120 kilometer per jam, jarak berhenti bisa mencapai lebih dari 800 meter.
“Kereta api tidak menggunakan sistem pengereman seperti kendaraan jalan raya. Oleh karena itu, sistem rem kereta bekerja dengan tekanan udara yang memerlukan waktu distribusi,” ujar Cahyo Widiantoro, Manager Humas Daop 9 Jember.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang

