Tim Satgas Jatim Pastikan Harga Beras Bawah HET Jelang Nataru
- account_circle Rahmad
- calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
- print Cetak

Tim Satgas Jatim Pastikan Harga Beras Bawah HET Jelang Nataru (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SURABAYA, jplusmedia.com – Satuan Tugas Pengendalian Harga Beras Jawa Timur melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar tradisional dan ritel modern di Kota Surabaya, Rabu (22/10/2025), guna memastikan kepatuhan terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) dan menjaga stabilitas harga komoditas pangan strategis tersebut menjelang periode Natal dan Tahun Baru.
Kombes Pol Roy H.M. Sihombing, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim, menegaskan komitmen tegas satgas dalam pengawasan distribusi beras.
“Hari ini kami cek langsung ke lapangan untuk memastikan HET benar-benar dipatuhi oleh pelaku usaha, baik di pasar tradisional maupun ritel modern,” kata Kombes Pol Roy dalam keterangan resminya.
Hasil monitoring lapangan menunjukkan kondisi yang menggembirakan, dimana harga beras medium dan premium di seluruh lokasi yang diperiksa masih berada di bawah batas HET yang telah ditetapkan pemerintah. Pengawasan ini tidak hanya berfokus pada aspek harga, tetapi juga mencakup pemeriksaan kualitas dan mutu beras yang beredar di pasaran.
Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, memberikan penjelasan rinci mengenai perkembangan harga.
“Dari hasil pengecekan di beberapa titik, seluruh harga beras medium dan premium terpantau masih di bawah HET. Ini menandakan distribusi beras berjalan baik,” ujar Andriko.
Berdasarkan data yang dirilis, untuk wilayah zona 1, HET beras medium ditetapkan sebesar Rp13.500 per kilogram, sementara beras SPHP Bulog dijual Rp12.500 per kilogram dan beras premium Rp14.900 per kilogram. Dalam pengecekan lapangan, harga beras premium kemasan 5 kilogram tercatat berada pada kisaran Rp74.400 hingga Rp74.500, masih di bawah batas HET yang seharusnya.
Yang lebih meyakinkan lagi, Andriko memastikan bahwa stok beras nasional dalam kondisi aman dan terkendali. Bulog masih memiliki cadangan beras SPHP yang cukup yang siap disalurkan ke masyarakat, terutama dalam mengantisipasi peningkatan kebutuhan selama periode Natal dan Tahun Baru.
Sebagai bentuk perlindungan tambahan bagi masyarakat, pemerintah juga telah menyiapkan bantuan pangan 10 kilogram untuk bulan Oktober dan November yang akan diberikan kepada 18,2 juta penerima di seluruh Indonesia. Langkah-langkah komprehensif ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras hingga akhir tahun.
- Penulis: Rahmad
- Editor: Bambang
