Hutama Puranto Aji Mengolah Ilmu, Meracik Inovasi, dan Menginspirasi dari Dunia Susu ke Dunia Akademik
- account_circle Bilqis
- calendar_month Senin, 3 Nov 2025
- print Cetak

Hutama Puranto Aji Mengolah Ilmu, Meracik Inovasi, dan Menginspirasi dari Dunia Susu ke Dunia Akademik (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JEMBER, jplusmedia.com — Di balik segelas susu segar produksi Teaching Factory (Tefa) Milk Politeknik Negeri Jember (Polije), ada sosok muda penuh dedikasi yang berperan besar dalam menjaga mutu dan inovasi produk. Dia adalah Hutama Puranto Aji, S.Pt., M.Pt., dosen muda Jurusan Peternakan Polije yang konsisten menekuni dunia persusuan sejak kuliah.
Hutama mulai mengenal industri susu saat menempuh pendidikan di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada 2013. Sejak semester tiga, ia aktif di Laboratorium Industri Pengolahan Hasil Ternak (IPHT) dan jatuh cinta pada proses pengolahan susu.
“Susu itu produk hidup. Pengolahannya perlu ketelitian, ilmu, dan tanggung jawab di setiap tahap,” ujar Hutama mengenang awal ketertarikannya.
Pengalamannya makin matang setelah magang di Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, Jawa Barat. Di sana, ia mempelajari pembuatan susu pasteurisasi, keju mozzarella, butter, hingga kerupuk susu. Saat semester enam, ia dipercaya memimpin laboratorium IPHT dan menulis skripsi bertema pengolahan susu.
Setelah lulus pada 2017, Hutama langsung bekerja di industri susu sebagai staf Quality Control (QC) dan Research & Development (R&D) di CV. Cita Nasional, Semarang. Ia bertanggung jawab memastikan produk susu pasteurisasi memenuhi standar SNI, BPOM, dan Halal.
“Kami menerapkan sistem HACCP dan GMP agar produk tetap aman dan berkualitas dari hulu ke hilir,” jelasnya.
Selain menjamin mutu, Hutama juga mengembangkan berbagai varian rasa susu dan produk turunan seperti yoghurt dan keju mozzarella. Di tengah kesibukan, ia menempuh studi magister dengan fokus pada keamanan pangan susu.

Tahun 2025 menjadi langkah baru bagi Hutama. Ia bergabung sebagai dosen di Politeknik Negeri Jember, tepatnya di Program Studi Teknologi Pakan Ternak, sekaligus menjadi bagian dari tim teknis Tefa Milk.
“Di Tefa Milk, saya bisa menggabungkan dua hal yang saya cintai yakni industri dan pendidikan. Kami mengajar sambil berinovasi bersama mahasiswa,” kata Hutama.
Hutama bersama tim Tefa Milk kini mengembangkan teknologi homogenizer dan mesin UHT berkapasitas 1.000 liter untuk menghasilkan susu tahan lama tanpa bahan pengawet.
Ia berkomitmen menjadikan pengalaman industri dan akademik sebagai kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional.
“Tugas dosen bukan hanya mengajar, tapi menumbuhkan semangat riset dan inovasi. Lewat Tefa Milk, kami ingin membuktikan kampus vokasi bisa melahirkan produk nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Perjalanan Hutama Puranto Aji dari laboratorium, pabrik, hingga ruang kuliah menjadi bukti bahwa ilmu yang ditekuni dengan sepenuh hati mampu menginspirasi banyak orang. Ia mewakili semangat generasi muda vokasi Indonesia untuk membangun inovasi pangan berkelanjutan.
- Penulis: Bilqis
- Editor: Bambang

