Gus Fawait Ajak Pelajar Tunda Nikah Dini Kejar Ilmu
- account_circle Masitha
- calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
- print Cetak

Gus Fawait Ajak Pelajar Tunda Nikah Dini Kejar Ilmu (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JEMBER, jplusmedia.com — Pemerintah Kabupaten Jember terus menggaungkan pentingnya pendidikan dan pencegahan pernikahan dini melalui program Bunga Desaku. Kegiatan sosialisasi ini digelar di SMP Negeri 1 Panti, Kecamatan Panti, Senin (27/10/2025). Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), menghadiri langsung acara tersebut, memperkuat pesan kepada ratusan siswa.
Dalam kegiatan tersebut, Gus Fawait menegaskan bahwa Bunga Desaku merupakan upaya nyata membangun kesadaran masyarakat sejak dini tentang pentingnya pendidikan dan kesehatan generasi muda. Salah satu tujuan utama program ini berupaya menekan angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Jember.
Berdasarkan hasil diskusi dengan sejumlah dokter spesialis, Gus Fawait menyebut pernikahan dini menjadi salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu dan bayi di Jember. Oleh karena itu, ia mengajak para siswa untuk menunda pernikahan dan fokus belajar.
“Alhamdulillah hari ini kita melanjutkan rangkaian Bunga Desaku. Ini bukan kegiatan yang fokus pada satu hal, tapi banyak hal. Salah satunya, kami ingin menekan angka kematian ibu dan bayi di Jember,” ujar Gus Fawait.
Terkait biaya pendidikan, Gus Fawait meminta para siswa agar tidak perlu khawatir. Pemkab Jember sudah menyiapkan program beasiswa bagi siswa berprestasi. Ia berharap langkah ini menghilangkan alasan berhenti sekolah karena faktor biaya.
“Kami sampaikan kepada anak-anak di sini, jangan keburu menikah. Tuntut ilmu setinggi-tingginya. Pemkab Jember sudah menyiapkan 20.000 beasiswa untuk anak-anak Jember agar tidak ada lagi alasan berhenti sekolah karena biaya,” tegasnya.
Gus Fawait juga menyoroti peran penting guru dan guru Bimbingan Konseling (BK) dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada siswa terkait risiko pernikahan dini. Setelah memberikan edukasi, Gus Fawait membuka dialog dengan tenaga pendidik dan siswa.
“Keberhasilan seseorang tidak ditentukan dari asal-usulnya, tapi dari semangat belajarnya. Anak-anak Jember harus punya cita-cita tinggi dan semangat untuk maju,” pungkasnya.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang

