FAPERTA UNEJ Gandeng Chiang Mai Gelar International Community Service Kopi
- account_circle Masitha
- calendar_month Sen, 3 Nov 2025

FAPERTA UNEJ Gandeng Chiang Mai Gelar International Community Service Kopi (Foto: Ist)
Para petani dinilai berhasil menerapkan sistem agroforestri berkelanjutan (sustainable agroforestry) dalam budidaya kopi mereka, sekaligus menjadi percontohan nasional.
Konsep Ethical Coffee dalam Praktik Agroforestri Lokal
Ketua HKTI DPC Jember, H. Ponimin Tohari, menyampaikan apresiasinya atas praktik tersebut. Ia menjelaskan sistem budidaya mereka sangat unik dan memberi manfaat ganda bagi petani.
“Sistem budidaya kami menggunakan tanaman naungan seperti durian, manggis, alpukat, petai, dan pisang. Selain menjaga kelembaban dan kesuburan tanah, model ini memberi nilai ekonomi tambahan bagi petani selama masa tunggu panen,” jelasnya.
Ketua KTH Rengganis, Hartono, menambahkan, pihaknya juga mengembangkan kawasan Kampung Wisata Agroforestri Pakis. Kawasan ini menggabungkan praktik pertanian berkelanjutan dengan wisata edukatif yang telah diresmikan oleh Bupati Jember M. Fawait beberapa waktu lalu.
Kedua akademisi Chiang Mai University, Dr. Daranrat Jaitiang dan Dr. Toungporn Uttarotai, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap praktik agroforestri kopi yang dilakukan petani KTH Rengganis. Mereka melihat praktik ini sudah memenuhi standar etika.
“Sistem ini mencerminkan konsep ethical coffee, yakni kopi yang diproduksi dengan tanggung jawab sosial, ekonomi, dan lingkungan. Setiap tahap produksi memperhatikan kesejahteraan petani dan kelestarian alam,” jelas Dr. Daranrat.
Dr. Toungporn menambahkan, prinsip ethical coffee ini sangat penting bagi pasar internasional.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang

