Breaking News
light_mode
Beranda » News » Suku Bunga AS dan Jepang Naik, Bitcoin Justru Menguat: Ada Apa?

Suku Bunga AS dan Jepang Naik, Bitcoin Justru Menguat: Ada Apa?

  • account_circle Sugeng
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Jplusmedia.com – Bitcoin menghadapi babak baru di tengah perubahan arah kebijakan moneter global setelah dua bank sentral utama dunia mengambil langkah menaikkan suku bunga dalam pekan yang sama.

The Fed Amerika Serikat pada 16 September 2026 menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75-4,00 persen. Keputusan tersebut menjadi kenaikan pertama The Fed sejak 2023. Sementara itu, Bank of Japan (BOJ) pada 18 September menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25 persen, level tertinggi dalam sekitar 31 tahun.

Kedua keputusan tersebut menjadi perhatian pasar karena suku bunga berhubungan erat dengan likuiditas, biaya pendanaan, nilai mata uang, dan selera investor terhadap aset berisiko seperti Bitcoin.

Menariknya, kenaikan suku bunga tidak serta-merta membuat Bitcoin tertekan. BTC justru sempat kembali menembus level US$77.000 setelah keputusan BOJ, menunjukkan bahwa respons pasar tidak hanya ditentukan oleh arah suku bunga, tetapi juga oleh seberapa jauh keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi investor.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menjelaskan bahwa investor perlu melihat kebijakan bank sentral sebagai bagian dari gambaran likuiditas global, bukan sekadar melihat apakah suku bunga naik atau turun.

“Sederhananya, suku bunga itu seperti harga dari uang. Ketika harga uang naik, investor biasanya menjadi lebih selektif dalam menempatkan modal karena ada alternatif instrumen yang menawarkan imbal hasil. Karena itu, kenaikan suku bunga secara teori dapat membuat aset berisiko seperti Bitcoin menghadapi tekanan,” kata Yudho.

Namun, menurut Yudho, reaksi pasar dapat berbeda apabila kenaikan suku bunga tersebut sudah diperkirakan sebelumnya.

“Hal ini sering dilupakan adalah pasar bergerak berdasarkan ekspektasi. Kalau kenaikan suku bunga sudah diperkirakan, pasar bisa saja tidak lagi bereaksi negatif ketika keputusan itu benar-benar diumumkan. Fokus investor kemudian bergeser ke pertanyaan yang lebih penting: setelah keputusan ini, apakah likuiditas global akan semakin ketat atau justru ada ruang untuk kembali membaik?” jelasnya.

The Fed dan Likuiditas Dolar AS

Kebijakan The Fed menjadi salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan investor Bitcoin karena dolar AS memiliki peran besar dalam sistem keuangan global.

Kenaikan suku bunga membuat imbal hasil aset berbasis dolar menjadi lebih menarik dan dapat memperketat kondisi keuangan. Dalam kondisi tertentu, hal tersebut dapat mengurangi minat terhadap aset berisiko.

Dalam keputusan 16 September, The Fed menyatakan inflasi masih berada pada level tinggi dan kenaikan suku bunga dilakukan untuk mendukung kembalinya inflasi menuju target 2 persen.

Proyeksi terbaru The Fed juga menunjukkan bahwa arah kebijakan moneter masih menjadi perhatian pasar. Investor akan mencermati apakah bank sentral AS masih melihat kebutuhan untuk mempertahankan atau bahkan memperketat kebijakan dalam beberapa bulan mendatang.

Bagi Bitcoin, kondisi tersebut membuat data inflasi, pasar tenaga kerja, pernyataan pejabat The Fed, serta perubahan ekspektasi suku bunga menjadi sejumlah katalis penting.

BOJ dan Risiko Yen Carry Trade

Di sisi lain, keputusan BOJ membawa dimensi berbeda bagi pasar global.

Jepang selama bertahun-tahun dikenal dengan tingkat suku bunga yang sangat rendah. Kondisi tersebut membuat yen menjadi salah satu sumber pendanaan murah bagi investor melalui strategi yen carry trade.

Dalam strategi ini, investor dapat meminjam dana dalam yen dengan biaya relatif rendah dan mengalokasikannya ke aset dengan potensi imbal hasil lebih tinggi.

Ketika BOJ menaikkan suku bunga, biaya pendanaan dalam yen meningkat. Jika kenaikan suku bunga juga diikuti penguatan yen, investor dapat memiliki insentif untuk mengurangi posisi carry trade dan mengembalikan dana ke aset berbasis yen.

Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi aset berisiko secara lebih luas, termasuk pasar kripto.

Meski demikian, kenaikan BOJ ke 1,25 persen pada 18 September tidak langsung memicu aksi jual besar pada Bitcoin. Salah satu faktornya adalah keputusan tersebut telah banyak diantisipasi oleh pasar. Reuters melaporkan bahwa kenaikan tersebut dipandang luas sebagai langkah yang telah diperhitungkan investor, sementara sinyal kebijakan BOJ belum menunjukkan pengetatan yang agresif dalam waktu dekat.

Bitcoin Tidak Hanya Bergerak Karena Berita Kripto

Pergerakan Bitcoin setelah keputusan kedua bank sentral tersebut menunjukkan semakin pentingnya faktor makroekonomi bagi pasar kripto.

Menurut CEO FLOQ ini, investor Bitcoin tidak cukup hanya memperhatikan perkembangan ekosistem kripto.

“Bitcoin sekarang berada di dalam sistem keuangan global. Artinya, apa yang terjadi pada dolar, yen, suku bunga, obligasi, sampai arus likuiditas global bisa ikut memengaruhi harga BTC. Jadi, membaca Bitcoin juga berarti membaca bagaimana modal bergerak di pasar global,” kata Yudho.

Ia menambahkan bahwa perbedaan antara keputusan bank sentral dan ekspektasi pasar dapat menjadi faktor penting dalam menentukan respons harga jangka pendek.

“Investor sebaiknya tidak hanya bertanya ‘The Fed naikkan bunga atau tidak?’ atau ‘BOJ naikkan bunga atau tidak?’. Pertanyaan yang lebih relevan adalah apakah keputusan tersebut lebih hawkish atau dovish dibandingkan yang sudah dihargai pasar. Di situlah sering muncul kejutan pergerakan harga,” ujar Yudho.

Empat Faktor yang Perlu Dipantau Investor Bitcoin

Ke depan, terdapat sejumlah indikator yang dapat menjadi perhatian investor untuk memahami arah Bitcoin di tengah perubahan kebijakan moneter global.

Pertama, arah kebijakan The Fed. Pasar akan mencermati apakah suku bunga AS akan tetap berada pada level tinggi atau terdapat perubahan arah kebijakan dalam pertemuan berikutnya.

Kedua, pergerakan dolar AS. Penguatan dolar dapat memengaruhi daya tarik aset berisiko, sementara pelemahan dolar dapat menciptakan ruang yang berbeda bagi aset seperti Bitcoin.

Ketiga, kebijakan BOJ dan pergerakan yen. Kenaikan suku bunga Jepang yang lebih cepat dari perkiraan dapat meningkatkan perhatian terhadap potensi pembalikan posisi yen carry trade.

Keempat, likuiditas global. Perubahan kondisi likuiditas menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan seberapa besar ruang investor untuk mengambil risiko di pasar keuangan.

Keputusan The Fed dan BOJ menjadi pengingat bahwa pergerakan Bitcoin semakin berkaitan dengan dinamika makroekonomi global. Meskipun kenaikan suku bunga secara teori dapat memberikan tekanan terhadap aset berisiko, respons aktual Bitcoin tetap bergantung pada ekspektasi pasar, kondisi likuiditas, nilai tukar, serta arah kebijakan bank sentral berikutnya.

Tentang FLOQ

FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum. Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: Sugeng

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Sumenep Amankan 42 Motor Balap Liar Knalpot Bising

    Polres Sumenep Amankan 42 Motor Balap Liar Knalpot Bising

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Rahmad
    • 0Komentar

    SUMENEP, jplusmedia.com — Polres Sumenep Polda Jatim kembali menggelar patroli gabungan skala besar yang bertujuan mencegah aksi balap liar yang meresahkan masyarakat, sepanjang Sabtu hingga Minggu (1–2 November 2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan) yang melibatkan personel Satlantas dan Sat Samapta Polres Sumenep. Patroli berlangsung mulai pukul 24.00 WIB hingga […]

  • Rizki Kuara, Mahasiswa Asal Aceh Tengah, Wujudkan Mimpi di Wisuda ke-47 Polije

    Rizki Kuara, Mahasiswa Asal Aceh Tengah, Wujudkan Mimpi di Wisuda ke-47 Polije

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Bilqis
    • 0Komentar

    JEMBER, jplusmedia.com – Suasana haru dan kebanggaan memenuhi GOR Perjuangan 45 Politeknik Negeri Jember (Polije) pada Sabtu (26/07), saat sebanyak 610 mahasiswa resmi diwisuda dalam prosesi Wisuda ke-47. Di antara ratusan wajah bahagia itu, nama Rizki Kuara, mahasiswa asal Aceh Tengah, menjadi salah satu yang mencuri perhatian. Rizki adalah lulusan Program Studi Manajemen Agroindustri salah […]

  • Event MTQ Jatim 2025 Dongkrak Okupansi Hotel di Jember

    Event MTQ Jatim 2025 Dongkrak Okupansi Hotel di Jember

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Masitha
    • 0Komentar

    JEMBER, jplusmedia.com – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Jawa Timur 2025 yang digelar di Kabupaten Jember membawa dampak positif terhadap sektor perhotelan. Lonjakan jumlah tamu membuat okupansi hotel di kota ini meningkat signifikan, terutama sejak hari pertama perhelatan. Tercatat sebanyak 1.348 peserta dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur turut ambil bagian dalam ajang religi tahunan ini. […]

  • BPJS Kesehatan Anugerahkan Penghargaan Faskes Terbaik 2025

    BPJS Kesehatan Anugerahkan Penghargaan Faskes Terbaik 2025

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle Masitha
    • 0Komentar

    JAKARTA, jplusmedia.com – BPJS Kesehatan menganugerahkan penghargaan kepada sejumlah fasilitas kesehatan terbaik dalam penyelenggaraan Program JKN tahun 2025. Penghargaan yang mengusung semangat “Seva Paramahita” ini mengapresiasi komitmen faskes dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas bagi 282,7 juta peserta JKN. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menegaskan pentingnya sinergi semua pihak.  “Program JKN adalah milik kita bersama. Kami […]

  • Polri Kerahkan 17 Armada Udara dan Laut Percepat Bantuan Bencana Sumatera

    Polri Kerahkan 17 Armada Udara dan Laut Percepat Bantuan Bencana Sumatera

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Rahmad
    • 0Komentar

    JAKARTA, jplusmedia.com – Polri mengerahkan kekuatan besar dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Operasi udara dan laut secara terintegrasi ini melibatkan total 3 pesawat angkut logistik, 5 helikopter, dan 9 kapal patroli Polair. Armada ini bertujuan memastikan suplai logistik tiba lebih cepat terutama di daerah terisolir pascabencana. Karopenmas Divhumas Polri Brigjen […]

  • PSM Polije Raih Emas Ajang Paduan Suara Internasional KICC

    PSM Polije Raih Emas Ajang Paduan Suara Internasional KICC

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Bilqis
    • 0Komentar

    JEMBER, jplusmedia.com – Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Gema Aluna Widjaja Politeknik Negeri Jember (Polije) kembali mengukir prestasi gemilang di kancah global. Tim PSM berhasil meraih Gold Medal dengan raihan poin 82 dalam ajang bergengsi Karangturi International Choir Competition (KICC) 2025 di Semarang. Kompetisi yang berlangsung pada 12 hingga 15 November 2025 ini diikuti oleh total […]

expand_less