Tekan Kesenjangan Literasi Finansial Praktisi Imbau Masyarakat Pahami Risiko Sebelum Berinvestasi
- account_circle Sugeng
- calendar_month 7 jam yang lalu
- print Cetak

Tekan Kesenjangan Literasi Finansial Praktisi Imbau Masyarakat Pahami Risiko Sebelum Berinvestasi (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, jplusmedia.com- Kemudahan akses terhadap platform investasi digital perlu berimbang dengan pemahaman risiko yang memadai. Praktisi keuangan mendorong masyarakat agar lebih cermat memahami pengelolaan modal serta potensi kerugian.
Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026 mencatat indeks inklusi keuangan Indonesia mencapai 93,61 persen. Namun, tingkat literasi keuangan masyarakat masih berada pada angka 69,57 persen.
Selisih angka tersebut menunjukkan bahwa tingginya penggunaan produk keuangan belum sepenuhnya berimbang dengan pemahaman menyeluruh. Masyarakat berisiko mengambil keputusan finansial tanpa mempertimbangkan kesesuaian profil risiko pribadi.
Tingkatkan Kemampuan Analisis Risiko Finansial
Kondisi ini memicu ketergesaan masyarakat dalam memilih instrumen investasi berisiko tinggi tanpa analisis memadai. Oleh sebab itu, edukasi mengenai perlindungan modal menjadi krusial sebelum menempatkan dana.
“Akses produk keuangan sudah sangat mudah, tetapi masyarakat perlu kemampuan menilai risiko secara rasional,” ujar Edukator Finansial, Dr. Dhiraj Kelly.
- Penulis: Sugeng
