UNEJ Luncurkan AI Center Kado Dies Natalis Ke-61 Dorong Pertanian Cerdas
- account_circle Masitha
- calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
- print Cetak

Salah satu produk teknologi medis robotika AI Center yang dipamerkan dalam kegiatan Dies Natalis ke-61 Universitas Jember (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JEMBER, jplusmedia.com – Universitas Jember (UNEJ) meresmikan Artificial Intelligence Center (AI Center) for Industrial Agriculture sebagai kado istimewa perayaan Dies Natalis ke-61. Pusat riset ini diharapkan menjadi tonggak penguatan inovasi berbasis kecerdasan buatan di sektor pertanian, sejalan dengan visi UNEJ sebagai kampus berbasis agroindustri berdaya saing global.
Peresmian yang berlangsung di Auditorium UNEJ mendapat apresiasi tinggi dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D.
“Langkah ini menunjukkan bagaimana kampus mampu memadukan kecerdasan buatan dengan inovasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan. Inilah wujud kongkret dari tridharma perguruan tinggi yang berdampak,” ungkap Menteri Brian.
AI Center for Industrial Agriculture didirikan untuk menjadi pusat pengembangan, penelitian, dan hilirisasi. Pusat ini menaungi riset di berbagai bidang strategis, mulai dari pertanian cerdas hingga teknologi medis dan mobilitas manusia.
Untuk mendukung riset berskala besar, AI Center dilengkapi dengan Fasilitas High Performance Computer (HPC) yang memungkinkan pelatihan model AI berskala besar, mempercepat proses penelitian, dan mendukung layanan unggulan.
Layanan unggulan tersebut mencakup Riset Pertanian Cerdas (pengembangan AI, IoT, dan Machine Learning untuk meningkatkan produktivitas dan memperkuat rantai pasok), Kesehatan dan Robotika (inovasi seperti Robot Terapi Pasca-Stroke dan Rangka Tangan Eksoskeleton), serta Disabilitas dan Mobilitas (menciptakan Robot Penunjuk Jalan untuk tuna netra dan Smart Wheelchair).
Inisiatif ini dikemas melalui pameran 12 produk, menyoroti solusi Smart Farm hasil kolaborasi dengan Precision Agriculture Indonesia, start-up yang didirikan oleh inventor internal UNEJ, Prof. Bayu Taruna.
Afiq Nurdiansyah Putra, CEO Precision Agriculture Indonesia, menjelaskan dampak produk yang telah diimplementasikan. Untuk petani skala kecil (small holder), hadir AgriIno sebagai solusi low cost untuk mengukur klorofil dan estimasi pemupukan berbasis AI.
Sementara untuk skala industri, dikembangkan AbsorRub untuk mengukur Kadar Karet Kering (K3) dengan akurasi tinggi dalam waktu kurang dari 1 menit.
Melalui AI Center ini, UNEJ menegaskan bahwa masa depan pertanian adalah tentang kerja cerdas, bukan lagi hanya kerja keras, demi memastikan pertanian industrial Indonesia semakin efisien dan berdaya saing.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang
