Tanoker dan PERPENCA Perkuat Kolaborasi Disabilitas Jember Lewat Forum Multipihak
- account_circle Masitha
- calendar_month Jum, 28 Nov 2025

Tanoker dan PERPENCA Perkuat Kolaborasi Disabilitas Jember Lewat Forum Multipihak (Foto: Ist)
JEMBER, jplusmedia.com – Tanoker Ledokombo dan PERPENCA Jember menyelenggarakan Pertemuan Multipihak Kabupaten Jember (25–26/11/2025) guna memperkuat ekosistem layanan inklusif bagi anak dan remaja penyandang disabilitas.
Selanjutnya, lebih dari 50 peserta dari unsur pemerintah daerah, OPD, perguruan tinggi, dan komunitas disabilitas hadir dalam forum ini.
Kegiatan ini merespons tantangan nyata disabilitas di Jember. Data menunjukkan bahwa lebih dari 7.000 orang menyandang disabilitas, dengan tingginya prevalensi kusta di wilayah Ambulu, Puger, dan Wuluhan.
Merespons data ini, Direktur Tanoker, Dra. Farha Abdul Kadir Assegaf, M.Si, menegaskan bahwa isu disabilitas harus menjadi agenda prioritas pembangunan daerah.
“Masalah disabilitas tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Kita perlu membangun kerja sama lintas sektor untuk memastikan pemenuhan hak-hak dasar anak dan remaja penyandang disabilitas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ketua PERPENCA Jember, M. Zainuri Rofi’i, S.Pd, menegaskan bahwa kolaborasi adalah kebutuhan untuk memperkuat sinergi lintas sektor.
“Anak dan remaja disabilitas adalah subjek pembangunan, bukan objek belas kasihan. Mereka punya potensi besar yang harus diberi ruang untuk berkembang,” jelasnya.
Di samping itu, selama dua hari, peserta mengikuti serangkaian agenda seperti diskusi, bermain peran, dan dialog interaktif bersama OPD terkait. Dengan demikian, forum ini menjadi ruang bertukar perspektif dan mengidentifikasi tantangan layanan disabilitas.
Penyelenggara menargetkan membangun kesamaan pandangan, mendapatkan dukungan aktif dari pemangku kepentingan, dan mengidentifikasi praktik baik yang dapat direplikasi. Secara spesifik, peserta berasal dari berbagai lembaga kunci, seperti Bappeda, DPRD Komisi D, Dinas Kesehatan, dan Organisasi Penyandang Disabilitas.
Oleh karena itu, forum ini mengakhiri kegiatan dengan pernyataan komitmen bersama untuk memperkuat upaya inklusi secara berkelanjutan. Melalui sinergi baru ini, Jember berupaya mewujudkan diri sebagai kabupaten yang ramah disabilitas dan mendukung tumbuh kembang anak serta remaja secara bermartabat dan berdaya.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang

