STIK-PTIK Bahas Pemolisian Digital dan AI: Polri Siap Dikritik, Mahasiswa Siap Memimpin
- account_circle Rahmad
- calendar_month Sen, 8 Des 2025

STIK-PTIK Bahas Pemolisian Digital dan AI: Polri Siap Dikritik, Mahasiswa Siap Memimpin (Foto: Ist)
JAKARTA, jplusmedia.com – Episode ketiga dialog mahasiswa STIK-PTIK sukses membahas transformasi Polri di tengah perkembangan teknologi dan Kecerdasan Buatan (AI) pada Rabu (3/12/25). Sesi ini menghadirkan mahasiswa sebagai pembicara utama. Mereka menunjukkan perspektif segar dari calon pemimpin bangsa.
Dosen Kepolisian Utama Tk.I STIK Lemdiklat Polri, Irjen Pol Drs. Bahagia Dachi, S.H., M.H., menegaskan bahwa institusi kepolisian harus semakin terbuka terhadap masukan publik.
“Pesan utamanya adalah bahwa Polri siap menerima kritik dari masyarakat. Sebaliknya, mahasiswa yang berasal dari Polri juga menyampaikan bahwa masyarakat harus siap dikritik. Jadi ada timbal balik,” ujar Irjen Dachi.
Irjen Dachi menjelaskan transformasi Polri bertumpu pada tiga komponen utama: people, technology, dan process. Ia mencontohkan implementasi ETLE yang teknologi dan AI dapat tingkatkan untuk mempermudah masyarakat.
“Kalau pelanggaran bisa langsung dibayar lewat QR code, atau ETLE langsung mengirimkan notifikasi WhatsApp, itu akan jauh lebih mudah. AI sangat membantu proses seperti itu,” tambahnya. Ia menegaskan penggunaan AI dalam penegakan hukum tidak bisa dielakkan.
Founder Drone Emprit, Ismail Fahmi, mengapresiasi kritik dari mahasiswa Polri mengenai perubahan paradigma. Ia menyoroti pentingnya pendekatan pencegahan dalam kepolisian modern.
- Penulis: Rahmad
- Editor: Bambang

