Polri Kerahkan 17 Armada Udara dan Laut Percepat Bantuan Bencana Sumatera
- account_circle Rahmad
- calendar_month Rabu, 3 Des 2025
- print Cetak

Polri Kerahkan 17 Armada Udara dan Laut Percepat Bantuan Bencana Sumatera (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, jplusmedia.com – Polri mengerahkan kekuatan besar dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Operasi udara dan laut secara terintegrasi ini melibatkan total 3 pesawat angkut logistik, 5 helikopter, dan 9 kapal patroli Polair. Armada ini bertujuan memastikan suplai logistik tiba lebih cepat terutama di daerah terisolir pascabencana.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa percepatan pendistribusian bantuan dilakukan dengan mengutamakan jalur udara.
“Akses darat di banyak titik masih terputus, sehingga percepatan melalui udara menjadi kunci agar masyarakat dapat segera menerima logistik,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejak tiga hari terakhir helikopter telah melakukan airdrop bahan pokok di beberapa titik Tapanuli dan wilayah terisolir lainnya. Fokus Polri adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terjamin.
Lima unit helikopter dikerahkan untuk mendukung operasi udara di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Armada ini meliputi helikopter tipe AW169/P-3303 yang dipiloti AKBP Dian Didik untuk distribusi logistik Aceh.
Helikopter jenis Dauphin AS365 N3/P-3103 yang dipimpin AKP Asep Saepudin melayani bantuan wilayah Sumbar. Sementara, helikopter NBO-105/P-1112 memobilisasi bantuan udara di Sumut. Dua helikopter lainnya, Bell 429 dan Bell 412EP, digunakan untuk pengiriman bantuan cepat, evakuasi, serta operasi inspeksi terpadu.
Sembilan kapal patroli Polair juga dikirim untuk memperkuat jalur suplai logistik dari sisi laut. Kapal utama meliputi KP Wisanggeni–8005 (75m) yang diawaki 29 ABK melayani rute Aceh (labuh di CT-1 BPKS Sabang).
Sementara, KP Antareja–7007 yang diawaki 23 ABK menjangkau rute Sumut–Sumbar melalui Pelabuhan Perikanan Sibolga. KP Anis Kembang–4001 dan KP Lory–3018 mendukung suplai di rute Sumut. Operasi ini juga diperkuat oleh dukungan tambahan kapal dari Polda Kepri dan Polda Riau.
Tiga pesawat udara dikerahkan untuk akselerasi bantuan. Pesawat CN295/P-4501 yang dipiloti Kompol Rahman A menanggung logistik Aceh–Sumbar. Pesawat Fokker 27 MK50/P-4401 fokus pada logistik rute Jambi–Sumut.
Polri juga mengerahkan Boeing 737-800NG/P-7301 yang dipimpin AKBP Troy Adam untuk mendukung koordinasi penanganan di Sumut.
Mobilisasi besar dengan total 3 pesawat, 5 helikopter, dan 9 kapal ini memastikan jalur suplai logistik tidak terhenti. Wilayah terisolir dapat kembali terbuka. Operasi tanggap darurat berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran. Polri menjamin pengiriman bantuan akan terus berlangsung sampai kebutuhan kritis masyarakat terpenuhi.
- Penulis: Rahmad
- Editor: Bambang

