Polres dan Pemkab Bojonegoro Sidak Pangkalan LPG Antisipasi Kelangkaan
- account_circle Rahmad
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

Polres dan Pemkab Bojonegoro Sidak Pangkalan LPG Antisipasi Kelangkaan (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BOJONEGORO, jplusmedia.com – Polres Bojonegoro bersama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dan pangkalan LPG. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan serta harga gas melon yang sempat mengalami kelangkaan menjelang Lebaran 2026.
Kegiatan tersebut melibatkan Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, serta Kanit II Sat Reskrim Polres Bojonegoro, Ipda A. Zaenan Na’im. Tim gabungan menyisir beberapa titik, mulai dari SPBE Swarna Bina di Desa Plesungan hingga pangkalan-pangkalan di wilayah Kecamatan Bojonegoro Kota.
Wakil Bupati Nurul Azizah menjelaskan bahwa sidak ini merupakan respons cepat atas keresahan warga terkait sulitnya mendapatkan LPG 3 kilogram. Pemerintah daerah bekerja sama dengan kepolisian untuk memastikan distribusi berjalan lancar tanpa ada penyimpangan di lapangan.
“Kami terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna memastikan distribusi LPG tetap tepat sasaran dan lancar bagi masyarakat,” ujar Nurul Azizah, Rabu (18/3/2026).
Dalam pengecekan tersebut, petugas menemukan pangkalan di Desa Kapas yang menjual LPG 3 kilogram jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Pangkalan tersebut menjual gas seharga Rp20.000 hingga Rp25.000 per tabung, padahal HET resmi Jawa Timur hanya Rp18.000.
Ipda A. Zaenan Na’im menegaskan bahwa pangkalan nakal tersebut akan menerima sanksi berat dari Pertamina berupa Pemutusan Hubungan Usaha (PHU). Selain sanksi administrasi, kepolisian juga melakukan pendalaman serta pemeriksaan lebih lanjut terhadap pemilik pangkalan.
“Kami menemukan adanya harga yang tidak wajar. Selanjutnya, kami akan melakukan pemeriksaan intensif sementara pihak Pertamina akan memproses pemutusan hubungan usaha pangkalan tersebut,” tegas Na’im.
Di sisi lain, faktor cuaca dan jarak distribusi sempat menghambat pasokan di wilayah Kecamatan Padangan. Sebagai solusinya, pihak terkait sepakat menambah armada distribusi dan meningkatkan jam operasional pelayanan, termasuk tetap buka saat hari raya.
Akhirnya, kepolisian mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying). Masyarakat juga diminta aktif melaporkan segala bentuk indikasi penimbunan atau penyimpangan distribusi kepada pihak berwajib.
- Penulis: Rahmad
- Editor: Bambang


