Polisi Humanis Berlandaskan Kejujuran Fondasi Utama Polri
- account_circle Rahmad
- calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
- print Cetak

Polisi Humanis Berlandaskan Kejujuran Fondasi Utama Polri (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, jplusmedia.com — Humas Polri memperingati Hari Jadi ke-74 dengan menggelar Sarasehan dan Dialog Kebangsaan bertajuk “Transformasi Polisi Humanis Guna Mendukung Harapan Masyarakat”. Acara yang berlangsung di Auditorium STIK Lemdiklat Polri, Jakarta, Kamis (30/10/2025), dihadiri oleh Kadivhumas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho, mantan Kadivhumas Polri, pejabat utama Mabes Polri, dan pemimpin redaksi media nasional.
Dalam forum tersebut, mantan Kadivhumas Polri Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna menegaskan pentingnya nilai kejujuran sebagai fondasi utama bagi institusi kepolisian. Ia mengingatkan bahwa tanpa kejujuran, Polri akan kehilangan kepercayaan publik.
“Tanpa kejujuran, hukum kehilangan nurani dan kepercayaan rapuh seperti sekarang. Tanpa kejujuran, Polri kehilangan jiwa,” ujarnya.
Nanan menjelaskan lebih lanjut bahwa konsep polisi humanis harus berpijak pada nilai kejujuran dan kebenaran. Ia mendorong seluruh anggota Polri untuk menampilkan integritas sejati dalam setiap tindakan, bukan sekadar fokus pada pencitraan.
“Polisi baik adalah polisi yang benar dan jujur. Berkata jujur, berpikir benar, dan bertindak adil, itulah polisi humanis,” kata Nanan.
Ia menutup dengan pesan agar anggota Polri menampilkan nurani dan integritas. “Jangan sekadar bicara citra, tampilkan nurani. Dari komunikasi menuju integritas, dari citra menuju nurani. Inilah wujud polisi humanis yang diharapkan masyarakat,” tutupnya.
Melalui momentum Hari Jadi ke-74, Humas Polri diharapkan menjadi agen perubahan moral publik. Transformasi polisi humanis yang berlandaskan kejujuran dan integritas diyakini menjadi jalan utama membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
- Penulis: Rahmad
- Editor: Bambang


