PMI-JRCS Latih 20 SIBAT Desa Puger Wetan Perkuat Kesiapsiagaan Bencana
- account_circle Masitha
- calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
- print Cetak

PMI-JRCS Latih 20 SIBAT Desa Puger Wetan Perkuat Kesiapsiagaan Bencana (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JEMBER, jplusmedia.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Jember dan JRCS (Japanese Red Cross Society) menggelar sosialisasi kesiapsiagaan bencana di Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, pada Kamis, 20 November 2025.
Kegiatan ini melatih 20 anggota SIBAT (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang konsep dasar kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana.
Sosialisasi yang berlangsung santai di tengah area persawahan ini bertujuan mempersiapkan anggota SIBAT melakukan kampanye door to door ke rumah-rumah warga. Mereka akan menyampaikan pesan tentang pencegahan dan tindakan yang harus dilakukan saat bencana terjadi.
Anggota SIBAT diberi panduan berupa pamflet dan brosur, serta diminta mengisi daftar nomor penting pada stiker tempel untuk memudahkan komunikasi saat bencana.
Weni Catur Fitriani, Koordinator Lapang Proyek Sekolah dan Masyarakat Tangguh, menjelaskan metode door to door.
“Peserta sosialisasi nantinya akan berperan langsung dalam kampanye door to door ke masyarakat untuk menyampaikan pesan kesiapsiagaan dan pengurangan resiko bencana secara personal dan kontekstual sesuai kondisi tiap keluarga. Metode door to door merupakan strategi yang sangat efektif karena pesan bisa langsung tersampaikan ke masyarakat,” ungkap Weni Catur Fitriani.
Usai sosialisasi, 20 anggota SIBAT membentuk kelompok berdasarkan RT dan RW untuk mulai berkeliling. Sekretaris PMI Jember, Ghufron Eviyan Efendi, menjelaskan dukungan dari program SCR (School and Community Resilience) antara PMI-JRCS.
“Dengan dukungan program SCR (school and community resilience) antara PMI-JRCS Jepang, kegiatan ini diharapkan bisa memperkuat peran SIBAT sebagai motor penggerak dalam membangun ketangguhan masyarakat berbasis komunitas di wilayah rawan bencana,” jelas Ghufron Eviyan Efendi.
Kegiatan serupa akan dilaksanakan di Puger Kulon (21 November) dan Desa Kepanjen (22 November) serta di sekolah-sekolah untuk membentuk kesadaran masyarakat akan risiko bencana.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang


