Perempuan UNEJ Dominasi Sektor Nuklir Global Mila Hidayatul Aula Beri Bukti
- account_circle Masitha
- calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
- print Cetak

Perempuan UNEJ Dominasi Sektor Nuklir Global Mila Hidayatul Aula Beri Bukti (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JEMBER, jplusmedia.com – Sektor energi nuklir seringkali didominasi laki-laki. Namun, Mila Hidayatul Aula, mahasiswi Magister Fisika Fakultas MIPA Universitas Jember (UNEJ), membuktikan sebaliknya.
Mila berhasil mengikuti program internasional [in]Visible Power Female Leadership Camp yang diselenggarakan Rosatom State Corporation di Rusia (21–29 September 2025). Ia menjadi salah satu dari sepuluh penerima beasiswa penuh dari total 220 pelamar di 20 negara.
Pengalaman ini memperkuat peran krusial perempuan dalam pengembangan IPTEK global. Mila berpendapat, untuk bisa berkembang, mahasiswa perlu berani melangkah keluar dari zona nyaman demi memperluas wawasan global.
“Sejak awal saya ingin memperluas wawasan dan melihat langsung bagaimana peran perempuan di sektor nuklir di tingkat global. Untuk bisa berkembang, kita perlu keluar dari zona nyaman dan belajar dari berbagai perspektif,” ujar Mila.
Mila memperoleh wawasan mengenai kepemimpinan dan strategi karier di bidang sains dan teknologi. Ia bertekad mengimplementasikan pengalaman globalnya di UNEJ, khususnya dalam mendorong kolaborasi riset internasional.
“Dalam jangka panjang, saya ingin mendorong kolaborasi riset internasional yang berfokus pada pemanfaatan energi nuklir secara aman dan berkelanjutan,” tutupnya.
Bagi mahasiswa yang ingin meraih kesempatan serupa, Mila membagikan bahwa kunci utamanya adalah tidak takut mencoba, menunjukkan motivasi dan dampak nyata, serta membangun rekam jejak sejak dini.
Ia menambahkan bahwa kejujuran dan refleksi diri dalam esai motivasi adalah kunci keberhasilannya karena panitia ingin memahami alasan di balik pencapaian peserta.
Prestasi Mila menjadi bukti nyata bahwa perempuan Indonesia mampu memimpin di tingkat global. Ia berharap dapat memperkuat literasi nuklir dan menginspirasi lebih banyak perempuan untuk terlibat aktif dalam dunia sains dan teknologi.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang


