Pemuda Desa Jember Ciptakan Produk Ekspor Bernilai Tinggi dari Serat Gambas
- account_circle Masitha
- calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
- print Cetak

Pemuda Desa Jember Ciptakan Produk Ekspor Bernilai Tinggi dari Serat Gambas (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JEMBER, jplusmedia.com – Serat gambas, yang biasanya dianggap limbah atau bahan tanam biasa, kini disulap menjadi produk bernilai ekspor oleh seorang pemuda Jember. Roni (Desa Seputih, Kecamatan Mayang) berhasil mengubah serat gambas menjadi berbagai produk ramah lingkungan yang diminati pasar internasional.
Inovasi ini berawal dari kesulitan Roni menjual hasil kebunnya akibat harga gambas yang terus menurun. Setelah berbagai eksperimen, Roni menemukan cara mengolah serat kering gambas melalui proses pemotongan, pemipihan, dan jahitan. Ia mampu menciptakan produk seperti alat cuci piring, perlengkapan spa, hingga tas ramah lingkungan.
“Awalnya saya merasa bingung karena harga gambas di kebun terus menurun. Tetapi dengan mencoba berbagai eksperimen, saya akhirnya menemukan cara untuk mengolah serat gambas menjadi produk yang bernilai tinggi,” ujar Roni, yang kini menjadi pengrajin muda sukses.
Produk Roni mulai dilirik pembeli luar negeri, terutama dari Korea Selatan dan beberapa negara Eropa, melalui promosi media sosial. Ahli ekspor, Elizabeth Puspaningrum, membenarkan produk tersebut telah menembus pasar internasional dan optimis akan merambah pasar Eropa.
Roni menjelaskan keuntungan yang sangat signifikan: jika gambas segar dijual Rp6.000 per kilogram, setelah diolah menjadi produk akhir, harga jualnya bisa berlipat ganda.
Staf Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemkab Jember, Bagus Efrian, mengapresiasi inovasi ini.
“Ini adalah bukti bahwa pemuda desa juga memiliki potensi besar dalam menghasilkan karya yang dapat diterima di pasar global. Pemerintah akan terus memberikan dukungan penuh,” kata Bagus.
Roni membuktikan bahwa peluang bisnis global dapat muncul dari desa kecil melalui inovasi dan ketekunan.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang


