Pakar dan Peneliti Muda Rumuskan Masa Depan Ekonomi Jatim di EJAVEC UNEJ
- account_circle Masitha
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Guru Besar FEB UGM, Prof. Dr. Catur Sugiyanto, M.A., (kedua dari kiri) memaparkan strategi transformasi struktur ekonomi pertanian di hadapan mahasiswa dan akademisi UNEJ (Foto: Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JEMBER, jplusmedia.com – Jawa Timur kini menghadapi tekanan geopolitik global dan ancaman krisis pangan yang menuntut ketahanan ekonomi lebih kuat. Para pakar serta peneliti muda merumuskan solusi strategis melalui forum Road to East Java Economic (EJAVEC) 2026 di FEB Universitas Jember, Rabu (8/4).
Forum ini menekankan pentingnya transformasi struktural berbasis pertanian modern dan hilirisasi agro sebagai kunci utama. Oleh karena itu, kolaborasi antara Bank Indonesia dan akademisi sangat penting untuk menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran.
“Transformasi pertanian merupakan keniscayaan bagi kita, terutama di tangan petani milenial yang menguasai teknologi,” tegas Guru Besar FEB UGM, Prof. Catur Sugiyanto.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa digitalisasi mampu meningkatkan nilai tambah produk pertanian secara signifikan. Maka dari itu, inovasi lintas sektor harus segera mengatasi tantangan seperti penurunan jumlah petani muda dan alih fungsi lahan.
“Pertanian masa depan tidak lagi identik dengan cara konvensional, melainkan berbasis digital,” tambahnya.
- Penulis: Masitha
- Editor: Bambang

